Majalahayah.com, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Leonard Tampubolon mengatakan perekonomian Indonesia pada 2019 diprediksi akan tumbuh secara stabil. Salah satu faktornya adalah pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap terkendali.

“Kalau dilihat secara detil, memang iklim investasi menjadi salah satu sumber pertumbuhakan ekonomi yang signifikan. Pertanian dan perdagangan menjadi sektor yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” papar Leonard di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (16/4/2018).
Secara menyeluruh, menurut Leonard, sasaran makro pembangunan di antaranya menekan tingkat kemiskinan yang saat ini satu digit, rasio yang semakin baik, dan IPM yang terus meningkat serta tingkat pengangguran terbuka yang semakin kecil.
“Kondisi ekonomi kita untuk sampai tahun 2019 diprediksi tetap stabil, bahkan akan terus membaik. Selanjutnya, diharapkan daya saing manusia Indonesia akan terus meningkat yang berdampak langsung pada produktifitas tenaga kerja yang juga ikut meningkat,” ulas Leonard.Seperti diketahui, komposisi ekspor Indonesia homogen dan masih didominasi oleh hasil alam. Keragaman dan kompleksitas ekspor Indonesia tetap harus ditingkatkan untuk bisa bersaing di dunia internasional.

Salah satunya, pengembangan produk Indonesia dilakukan secara bertahap agar terus berkembang sehinga menjadi produk ekspor yang berkualitas dan berdaya saing. Dalam hal ini, menurut Leonard, industri 4.0 menjadi sebuah peluang yang signifikan untuk Indonesia.

“Tantangannya, Indonesia perlu penguatan informasi dan komunikasi teknologi. Perkembangan teknologi demikian cepat, beriringan dengan percepatan ekonomi. Indonesia harus mempu mengejar. Sehingga bisa memberikan peluang ekonomi yang besar, untuk saat ini dan yang akan datang,” papar Leonard.

Industri pengolahan, lanjut Leonard, menjadi salah satu yang memiliki peluang terbesar dari yang lain. Bahkan, diprediksi Indonesia akan memiliki 25 persen pasar e-commerce di Asia Tenggara. “Peran pemerintah adalah menyiapkan regulasi dan infrastruktur yang dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara, agenda reformasi ekonomi akan terus mengembangkan konsep pembangunan indutri, isu strategis manufaktur, iklim usaha dan investasi serta nilai tambah. “Dari awal, industri menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan sehingga Indonesia bisa menjawab tantangan dan siap untuk menuju revolusi industri 4.0,” tegas Leonard.