Home Nasional Bantah Ketua MPR, PDIP: Tidak Ada Pembahasan RUU LGBT

Bantah Ketua MPR, PDIP: Tidak Ada Pembahasan RUU LGBT

178
Ilustrasi LGBT. Sumber: sysomos.com

Majalahayah.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Bidang Pemerintahan, Ahmad Basarah membantah pernyataan Ketua MPR, Zulkifli Hasan soal lima fraksi di DPR yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) serta perkawinan sejenis.

“Dalam catatan legislasi kami di DPR, dalam Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2018 tidak ada pembahasan tentang RUU LGBT maupun perkawinan sejenis sebagaimana yang dilansir Pak Zul,” kata Basarah dalam rilis yang diperoleh Majalahayah.com, Minggu (21/1/2018).

Sebagai parpol yang memiliki fraksi di DPR, pihaknya mengaku kaget atas pernyataan tersebut. Menurutnya, memang ada pembahasan atau diskusi tentang LGBT dan perkawinan sejenis.

Namun, Basarah menuturkan hal tersebut terjadi dalam Panitia Kerja (Panja) atau Tim Perumus (Timus) RUU KUHP. “Pembahasan dalam Panja dan Timus RUU KUHP pun masih terus berlangsung serta belum ada kesimpulan, apalagi keputusan apapun,” tukasnya.

Terlebih, ia menegaskan LGBT dan perkawinan sejenis tidak mungkin dilegalisasi dalam UU karena bertentangan dengan Pancasila.

Basarah menerangkan Indonesia tidak membiarkan warga negaranya bebas mengekspresikan kebebasan Individu, karena dibatasi oleh etika kemasyarakatan dalam prinsip Ketuhanan dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab sebagai falsafah bangsa.

Hal tersebut pula menurutnya berbeda seperti yang dilakukan sebagian bangsa barat, yang menganut paham ideologi mengagung-agungkan kebebasan individu dan liberalisme.

“Dalam negara hukum Pancasila, tidak dibolehkan ada norma Undang-Undang atau peraturan perundang-undangan manapun yang akan melegalisasi perkawinan sejenis maupun LGBT,” imbuhnya.

“Pasal 28J UUD NRI 1945 secara tegas memberikan pembatasan setiap warga negara untuk mengekspresikan kebebasannya,” ucap Basarah.

Dengan demikian, ia menegaskan tidak mungkin ada fraksi-fraksi di DPR yang akan menyetujui jika ada usulan untuk melegalisasi LGBT dan perkawinan sejenis.