Bantah Kadivhumas Polda Metro, Dahnil Anzar: Saya Tidak Menyatakan “Mata Elang” Pelaku

Bantah Kadivhumas Polda Metro, Dahnil Anzar: Saya Tidak Menyatakan “Mata Elang” Pelaku

161
0
SHARE
Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: tys/majalahayah.com

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah klaim Kadivhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono bahwa dirinya menyebut “mata elang” sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Argo sebelumnya menyatakan Dahnil telah menuduh orang dengan mengatakan pelaku penyerang Novel adalah mata elang (penagih utang). Dahnil bahkan mengungkapkan penyidik Ditreskrimum tidak pernah bertanya ihwal mata elang.

“Di media Pak Argo menyebut karena mata elang. Ternyata tidak ada satupun pertanyaan terkait itu, karena saya tidak pernah menyatakan mata elang itu pelaku. Jadi simpang siur,” katanya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018) malam.

Dahnil menjelaskan penyidik yang memeriksanya hanya menanyakan seputar pernyataan pesimis-nya kepada Kepolisian dalam penuntasan kasus Novel, di salah satu acara televisi berita pada 8 Januari lalu.

Selain itu, Dahnil juga membantah pernyataan Argo bahwa dirinya menyebut ada saksi lain penyerangan Novel. “Gak ada. Di acara itu saya gak menyatakan itu. Itu yang saya sayangkan. Kadivhumas ngomong ada pernyataan saya (soal) saksi baru. Kapan? wong saya gak pernah ngomong begitu,” tukasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyarankan Kepolisian untuk mengundang pihak yang selama ini antuasias dalan kasus Novel dan memaparkan secara jelas perkembangan kasus tersebut.

Dahnil juga meminta dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalan membantu Kepolisian mengungkap aktor intelektual penyerang Novel. “Saya mendorong Polisi untuk ikut mendorong TGPF dan munculkan kepada Pak Jokowi supaya bentuk TGPF dan harus diisi orang-orang yang kredibel,” pungkas Dahnil.

LEAVE A REPLY