Majalahayah.com, Depok – Tak hanya dipadati dengan bangunan bertingkat, jalan Margonda Raya kini menjadi tempat wisata kuliner kalangan muda. Terlihat jelas saat melintas sepanjang jalan dari arah Margonda hingga jalan Juanda, jajanan kuliner beragam cita rasa terpapar disana.

Setiap tempat makan, pasti mempunyai trik dalam memancing pelanggan. Mengundang rasa penasaran bagi masyarkat adalah point utama dalam pemasaran wisata kuliner. Seperti halnya restoran Fish Streat, dengan mengandalkan olahan ikan disetiap menunya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarkat.

Setelah melakukan renovasi tempat akibat kebakaran pada tanggal 21 Agustus 2017, kini Fish Streat kembali hadir di hadapan masyarkat Depok tepatnya dijalan Juanda, Depok, Jawa Barat.

“Fish Streat Depok ini sudah setahun. Setelah selesai melaklukan renovasi, tepat tanggal 8 Januari 2018 Fish Streat kembali hadir didepok, berarti perkiraannya baru sebulan setelah renovasi,” Ujar Andre Hamid Manajer Oprasional Fish Streat Depok saat di wawancari Majalahayah.com (30/01).

Dengan tampilan yang mengundang selera dan memiliki tekstur yang lembut pada ikan, hal tersebut menjadi salah satu pujian dari masyarakat, sehingga Fish Streat Depok dibanjiri oleh pengunjung. “ya alhamduillah kalau pengunjung pada suka menu makanannya, Ikan disini menggunakan ikan Dori, karena teksturnya lembut sehingga mudah dibentuk dan rasanya pun enak,” tuturnya.

Menanggapi menu andalan, Lanjut Andre “menu andalan disini yang sering dibeli oengunjung itu seperti, Fish n’ Chips, Cheese Melted Sauce dan Seafood Platter. Yang terbaru itu Seafood Platter karena dalam satu menu pengunjung bisa menikmati berbagaimacam varian rasa,” tambahnya.

Dibalik pujian selalu ada kritikan. Melalui aplikasi Zomato, Fish Streat dapat melihat kritik dan saran dari pengunjung. Salah satu kritikan terbanyak dari masyarkat ialah lamanya dalam proses penyajian.

Pria umur 49 tahun ini menanggapi komplainan masyarakat bahwa “Bagi pelanggan yang complain permasalahan lamanya proses penyajian hal tersebut dikarenakan sumber daya manusia yang bekerja di sini perbandingannya cukup jauh dengan pelanggan yang sangat banyak,”.

Pria lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Perhotelan ini memberikan gambaran mengapa timbulnya komplainan pengunjung, ia mengatakan karena faktor padatnya pengunjung, misalnya satu jam pertama ada 10 pesanan masuk katagori step pertama, tidak lama lagi ada 10 pesanan lagi masuk katagori step kedua, mau tidak mau yang step ke dua harus mengantri menunggu step pertama selesai, begitu , seterusnya dan belum lagi yang menggunakan GrabFood atau GoFood.

Fish Streat selalu melakukan sistem evaluasi setiap harinya agar mampu mewujudkan visi dan misi perusahaan. Diakhir dialog Andre berharap agar Fish Streat mampu berkembang dan berikan yang terbaik bagi pelanggan dan menjadi seperti perusahaan makanan yang sudah ada dimana-mana seperti KFC, Micdonald, dll.