Bangun Kepercayaan Diri Anak dengan Dorongan Semangat

Bangun Kepercayaan Diri Anak dengan Dorongan Semangat

65
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Memiliki buah hati yang percaya diri memang menjadi point plus bagi para orangtua. Namun, lahirnya kepercayaan diri anak tak bisa secara instan. Menurut Dorothy Law Nolte dalam buku Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya menuliskan bahwa membutuhkan proses dalam pembentukan karakter anak.

Dalam pembentukan karakter anak yang percaya diri, Dorothy katakan dorongan semangat yang diberikan orangtua secara sadar telah memberikan hati pada si kecil.

“Ketika kita memberikan dorongan semangat anak-anak, kita telah memberikan keberanian dari hatiĀ  kepada mereka. Tugas kita untuk membantu dan mendukung mereka selama mereka mengembangkan berbagai keterampilan dan merasa percaya diri yang mereka butuhkan untuk diri sendiri,” tulisnya.

Dorothy katakan jika tidak, hal tersebut dapat berakibat menjadi persoalan yang sangat pelik. Sehingga orangtua harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk masuk dan kapan harus menyingkir, kapan memuji dan kapan menawarkan kritik membangun. Ini adalah seni bukan sains.

Baca juga :   Kualitas Makanan Tingkatkan Kemampuan Membaca Anak

“Anak-anak kita membutuhkan dukungan, tetapi mereka juga membutuhkan penilaian yang jujur terhadap kemajuan mereka capai dalam mengembangkan dan menyempurnakan banyak keterampilan,” sampainya.

Tak hanya itu, buah hati membutuhkan peran orangtua dalam membantu untuk melangkah maju dan selalu ada untuknya saat mereka mengalami kemunduruan.

“Mereka membutuhkan kita untuk mendorong memperjauh batas-batasan dan memperluas cakrawala, untuk mendorong mereka bekerja dengan lebih baik dibanding yang dipikir,” ungkapnya.

Kegagalan dalam proses keberhasilan sudah bukan hal yang asing lagi, untuk itu anak perlu mengetahui bahwa orangtua adalah tempat ketika mereka gagal.

Baca juga :   Hebatnya Pelajar SMP ini, Temukan Pestisida Terbuat dari Jahe dan Mengkudu

“Untuk melakukan semua ini, kita perlu memperhatikan baik-baik kebutuhan, bakat, dan keinginan untuk setiap anak. Mengenali perbedaan individual anak-anak bagaimana masing-masing anak mengahadapi saat kehidupan semangat atau tidak,” jelasnya.

Hal ini dapat menguji seberapa baik masing-masing anak mampu mempertahankan minat pada sebuah proyek. Sambung Dorothy, kita dapat mengetahui anak mana yang membutuhkan lebih banyak bantuan dan bimbingan dan anak mana yang bekerja dengan lebih baik secara mandiri.

“Kuncinya adalah memberikan bimbingan yang konkret dan efektif kepada masing-masing anak selama mereka berjuang meraih tujuan,” jelasnya.