Majalahayah.com, Jakarta – Menghilangkan budaya bullying atau perundungan memang bukan hal yang mudah. Terlebih dalam ruang lingkup sekolah. Anak-anak kerap kali menganggap hal tersebut tindakan yang sepele.

Faktanya, saat anak mendapatkan tekanan berupa Bullying maka begitu besar sampai berdampak buruk pada kondisi psikologisnya.

Orangtua tidak mengetahui apa yang dialami buah hati dengan teman sebayanya. Tak sedikit dari anak yang alami depersi akibat perundungan.

Perilaku bullying dapat bermula dari hal kecil seperti mengejek fisik anak. Tanpa disadari, anak menjadi tidak percaya diri dengan apa yang ia miliki.

Menurut pakar hypnotherapist Floranita Kustendro, bullying dapat dicegah dengan menanamkan nilai positif pada tubuh anak sejak dini.

” Anak-anak harus merasa dia adalah manusia yang terlahir sempurna, dicintai Allah. Pastikan agar ia tahu bahwa ia layak untuk mendapat kebahagiaan,” kata Flora di Jakarta dikutip dari dream.

Dengan mencintai tubuh sendiri, anak akan lebih kebal terhadap perkataan orang lain. Berikan sugesti agar si kecil mampu menghargai dirinya sendiri.

Cara paling mudah adalah dengan membiasakan si anak untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

” Banyak orangtua yang merasa cinta dengan anaknya, tapi ternyata bahasa kasih antara mereka dengan anak tidaklah sama. Dimulai dari konseling, tanyakan apa yang mereka rasakan. Jika sedang sedih, sedih yang seperti apa?” ujarnya.

Selain itu, pendidikan agama juga berperan dalam membentuk mental yang kuat. Anak yang terbiasa beribadah memikiki tingkat ketenangan batin yang lebih tinggi.

” Bisa ajak meditasi, berdoa dan membuat daftar aktivitas yang bermanfaat untuk sehari-harinya,” ungkap Flora.