Balita Sulit Tertidur? Ini Cara Efektif yang Wajib Diterapkan

Balita Sulit Tertidur? Ini Cara Efektif yang Wajib Diterapkan

69
SHARE
Anak tidur (Dok : Popma)

Majalahayah.com, Jakarta – Meskipun malam hari telah tiba, bagi orangtua yang memiliki anak usia balita telah menjadi rutinitas yang sangat sulit untuk menidurkan sang buah hati.

Sudah merasa maksimal menaklukan agar buah hati terlelap dengan cara positif, namun faktanya si kecil masih sangat aktif bahkan mengajak bermain.

Apakah para orangtua terutama ibu pernah mengalaminya?

Dilansir melalui Dream, terdapat studi baru-baru ini telah meneliti teknik yang menarik dan layak dicoba untuk membuat anak tertidur pulas. Hal yang dibutuhkan adalah kesabaran karena membutuhkan waktu lebih lama.

Yaitu teknik sleep fading yang menerapkan konsep jika bayi atau balita tidak lelah, akan lebih sulit untuk membuatnya tidur. Caranya adalah dengan memilih waktu yang konsisten.

Baca juga :   Begini Aturan Bill Gates Beri Gadget pada Anak

Misalnya selama 7 hari, ibu ingin anak bangun lebih pagi. Pada malam pertama, tunda waktu tidur bayi selama 15 menit. Di hari-hari terakhir, jika anak masih membutuhkan waktu lama untuk tidur, mundurkan waktu tidurnya 15 menit lagi.

Catatan Terpenting “Lakukan dengan Konsisten”

Coba setiap hari selama beberapa malam. Nantinya si kecil akan tertidur pulas dengan sendirinya tanpa terlalu banyak ‘drama’.

Studi yang dilakukan tim dari Flinders University, Australia, yang diterbitkan dalam Journal Sleep Medicine mengevaluasi kemanjuran sleep fading untuk mengurangi gangguan tidur pada anak usia prasekolah.

Baca juga :   Kurang Perhatian Juga Sebabkan Anak Jadi Hiperaktif

Mereka mempelajari 21 anak berusia satu hingga empat tahun yang mengalami kesulitan tidur, tidur normal, atau keduanya. Mereka memberi perhatian khusus pada lamanya waktu yang diperlukan bagi anak prasekolah untuk tertidur, bangun lagi, dan banyaknya amarah sebelum tidur.

Studi ini menunjukkan waktu tidur yang memudar mengurangi latensi onset tidur (waktu yang diperlukan bagi anak untuk tertidur) dan bangun setelah onset tidur, dan serta bisa mengurangi risiko mengamuk atau tantrum.

Ingin menerapkannya di rumah, bunda?