Seminar Bahaya Pornografi (Dok : Mercubuana)

Majalahayah.com, Jakarta – Internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Biasanya, anak-anak menggunakan internet untuk mendapatkan informasi, menonton video, bermain gim, dsb.

Sayangnya, internet dapat berdampak negatif bagi kita, terutama untuk anak-anak. Salah satu permasalahan di Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian dalam mengakses internet adalah pornografi.

Pornografi adalah sesuatu yang berbau seksual yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, tulisan, video, atau bentuk pesan komunikasi lain yang dapat membangkitkan hasrat seksual maupun nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat. Pornografi berbahaya bagi anak-anak.

“Pornografi mengakibatkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada pre frontal corteks. Akibatnya bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat karena hiperstimulasi tanpa filter (otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi). Rusaknya otak akan mengakibatkan korban akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah,” tulisnya yang dilansir dari keterangan tertulis Universitas Mercu Buana pada Minggu (8/12/2019).

Dampak negatif lainnya adalah penurunan prestasi akademik, kemampuan belajar, dan sulit dalam mengambil keputusan. Anak-anak yang sedang berada di masa emasnya dalam menyerap informasi ini akan kesulitan selama berada di sekolah jika terpapar konten pornografi.

Menyadari dampak negatif pornografi, Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi DKI Jakarta mengadakan seminar mengenai pencegahan kecanduan pornografi remaja di DKI Jakarta pada bulan ini. Seminar ini dihadiri oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Kepala maupun Wakil Kepala Sekolah di DKI Jakarta. Pada kegiatan ini, KKI memberikan informasi terkait pencegahan dan penanggulangan kecanduan pornografi di kalangan remaja. Melalui seminar ini, diharapkan mereka lebih menyadari bahaya pornografi, memahami tingkat kecanduan anak terkait pornografi, dan cara pencegahan dini terhadap kecanduan itu.

Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana Dr. Inge Hutagalung, M.Si menyatakan, edukasi tentang seks bagi remaja masih menjadi masalah yang diperdebatkan sampai saat ini. Umumnya, masyarakat masih memandang seks sebagai sesuatu yang tabu atau tak lazim dibicarakan. Mereka berasumsi, remaja yang mendapatkan edukasi tentang seks malah akan mendorong anak tersebut melakukan aktivitas seksual lebih dini.

Remaja seharusnya dibekali dengan edukasi mengenai seks. Mereka membutuhkan informasi tentang perubahan yang terjadi pada dirinya, sehingga mereka peduli akan kesehatan alat reproduksinya. Dengan memberikan edukasi ini, mereka juga jadi mengetahui perilaku yang menyimpang secara seksual.

Inge yang juga merupakan Wakil Ketua I KKI DKI Jakarta menegaskan dalam menyikapi pencarian remaja tentang pornografi, sudah saatnya pemerintah memberikan kebijakan mengenai pemberian pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam kurikulum pendidikan sekolah. Hal ini merupakan salah satu solusi dalam memberikan pengetahuan yang lebih memadai mengenai seks kepada remaja.