Bahaya Penggunaan Gadget pada Anak, Mahasiswa UMM : Akan Berpengaruh Pada Perilaku...

Bahaya Penggunaan Gadget pada Anak, Mahasiswa UMM : Akan Berpengaruh Pada Perilaku Sosialnya

63
SHARE
Foto : Mahasiswa UMM yang melakukakan pengamatan terhadap gadget anak. Sumber www.muhammadiyah.or.id

Majalahayah.com, Jakarta – Pesatnya perkembangan zaman, menjadikan gadget bukan lagi sekedar alat komunikasi, melainkan sudah menjadi gaya hidup di masyarakat. Kenikmatan aplikasi yang diberikan dalam gadget menjadikan hampir semua kalangan akrab dengan gadget mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Hal ini akan menjadi dampak buruk bagi masyarakat jika ketergantungan, terlebih pada anak-anak yang menggunakannya.

Dilansir melalui muhmmadiyah.or.id, melihat fenomena tersebut, 6 mahaiswa Jurusan Psikologi  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diantaranya Alfin Rhomansyah, Intan Nur Fitriyani, Aulia Nur Imanda, Zulfa Fatimah, Egatha Anisa Fistara, dan Sabila Anggarawati melakukan pengamatan di kawasan RW 03 Kelurahan Belimbing, Kota Malang selama satu bulan.

Melihat penggunaan gadget yang akan menimbulkan dampak buruk bagi anak dibawah umur menjadikan Alfin Rhomansyah, sebagai koordinator kelompok mengatakan bahwa “Maraknya penggunaan gadget dibawah umur merupakan permasalahan yang sangat penting untuk segera diatasi. Tidak hanya berpengaruh pada pola komunikasi, namun jika kedekatannya dengan gadget tidak terkontrol maka akan berpengaruh pada perilaku sosialnya,” paparnya (6/12).

Baca juga :   PP Muhammadiyah Tegaskan Telah Terjadi Pembakaran Terhadap Masjidnya di Aceh

Metode psikoedukasi yang dilakukan mahasiswa UMM berusaha membangkitkan kesadaran orang tua dalam mengontrol buah hatinya saat aktif menggunakan gadget, hal ini menimbulkan harapan agar dapat menurunkan intensitas penggunan gadget terutama pada anak dibawah umur.

Dalam proses pengamatan, kondisi memprihatinkan terlihat jelas pada anak umur 3 tahun sudah mahir mengaplikasikan gadget. Sehingga Psikoedukasi ini, lanjut Alfin, sasarannya adalah para orang tua terutama ibu agar dapat mengontrol pemberian gadget pada anak. Di kawasan RW 3 Kelurahan Blimbing Kota Malang.

“Pemandangan semacam itu sudah biasa, akhirnya orang tua yang kami rasa punya peluang untuk mengontrol,” jelas mahasiswa asal Sidoarjo itu.

Baca juga :   Safari Politik Pasca 4 November, Pengamat : Jokowi Redam Ketegangan

Hal tersebut menimbulkan dampak buruk pada kondisi mata anak jika kesehariannya hanya bergelut dengan gadget. Seperti yang dikatakan oleh Kiti Hartantik, salah satu peserta penyuluhan serta penggagas taman baca “Krambil” menyatakan “Ketika tes kesehatan mata, ternyata banyak anak-anak di RT 3 yang mengalami gangguan penglihatan dan akhirnya menggunakan kacamata.”

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan controlling yang dilakukan setiap tiga hari sekali selama dua minggu. Selain itu untuk memastikan peserta tidak memiliki kendala dalam menerapkan kontrol untuk mengurangi penggunaan gadget anak, sesuai perencanaan yang telah mereka buat.

“Akan terus dilakukan pengontrolan dari kami agar permasalahan tersebut dapat terus diatasi,” pungkasnya.