Majalahayah.com, Jakarta – Dalam segala hal, Islam mengajarkan tata cara atau adab dalam menjalankannya. Seperti adab saat berada di dalam kamar mandi dan berwudhu, masing-masing memiliki ajarannya tersendiri.

Dikutip dari channel resmi Nahdlatul Ulama, salah seorang ahli ilmu fiqih, Ustadz Habib Syauqi Al Haddad menuturkan, di antara adab seseorang ketika berada di dalam kamar mandi adalah tidak boleh berbicara. Berbicara yang baik, seperti berdzikir maupun berbicara yang tidak baik.

“Dilarang di sini ulama mengatakan, hukumnya makruh (mendekati dosa). Maka dianjurkan kita untuk berdiam, atau paling kita berdehem,” katanya.

Kemudian bagaimana apabila seseorang berwudhu di dalam kamar mandi? Apakah diperbolehkan?

Habib Syauqi mengatakan, jika memungkinkan lebih baik wudhu di luar kamar mandi. Namun apabila terpaksa, maka hukum berwudhu di dalam kamar mandi hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan.

“Sekarang seumpama rumah kita sempit, tidak ada tempat wudhu kecuai di kamar mandi itu diperbolehkan. Selagi kita tidak melihat najis tersebut, terciprat ke baju kita atau anggota tubuh kita,” tuturnya.

Namun perlu diingat, ketika berada di dalam kamar mandi terdapat adab yang harus diperhatikan setiap muslim, baik sedang buang hajat maupun bersuci (mandi/wudhu) dilarang membaca doa di dalamnya. Sebab toilet atau kamar mandi adalah tempat kotor.

Menurut Habib Syauqi, dalam adab yang diajarkan dalam syariat Islam yaitu baiknya berdoa di luar kamar mandi, setelah berwudhu, mandi atau buang hajat.

“Kemudian apabila kita berwudhu di dalam kamar mandi, dan kita ingin berdoa di kamar mandi sebagusnya, sepantasnya di antara adab ketika keluar kamar mandi maka kita berdoa di depan pintu setelah keluar dari luar ruangan kamar mandi. Kita gunakan kaki kanan, lalu berdoa keluar kamar mandi, kemudian kita berdoa wudhu,” ucapnya.

Berikut ini adalah doa masuk dan keluar kamar mandi, serta doa setelah wudhu:

Doa masuk kamar mandi:

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

(Allaahumma Innii a’uudzubika minal khubutsi wal khobaaits).

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan laki-laki dan perempuan,”.

Doa keluar kamar mandi:

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

(Alhamdulillaahil-ladzii Adz-haba ‘Annil-adzaa Wa’aafaanii).

Artinya: .

Doa setelah wudhu:

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

(Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadikas shalihin).

Artinya: “Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat dan jadikanlah saya orang yang suci dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shalih,”.