Home Parenting Ayah, Perhatikan Asupan Zat Besi pada Bayi Anda

Ayah, Perhatikan Asupan Zat Besi pada Bayi Anda

70
Ilustrasi anak gemar makan sayur dan buah. Sumber www.pengobatandemamtinggi.com

Majalahayah.com, Saat melihat bayi tumbuh dengan berat badan normal pastinya hal ini membuat ibu senang. Asupan makan bayi pun harus dijaga agar berat badan bayi selalu naik.

Di awal kehidupan bayi, ASI saja sudah bisa mencukupi kebutuhan gizinya dan membuat berat badannya terus naik dalam rentang yang normal.

Namun, ketika bayi sudah besar, menginjak usia 6 bulan, ASI saja tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi bayi, terutama zat besi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi pada bayi, apa sih dampaknya? Seberapa penting mencukupi kebutuhan zat besi bayi?

Kebutuhan zat besi bayi

Bayi baru lahir sebenarnya masih memiliki simpanan zat besi yang berasal dari ibunya selama trimester akhir kehamilan, yaitu sekitar 250-300 miligram atau sekitar 75 miligram per kg berat badan bayi.

Menurut penelitian, simpanan zat besi dalam tubuh bayi ini dapat mencukupi kebutuhan zat besi bayi setidaknya sampai bayi berusia 6 bulan. Jadi tak usah khawatir kebutuhan zat besi bayi di awal kehidupannya tidak cukup.

Selain itu, ASI yang merupakan makanan utama bayi juga dapat membantu mencukupi kebutuhan zat besi bayi.

Walaupun kandungan zat besi dalam ASI sangat sedikit, zat besi dalam ASI dapat lebih banyak diserap oleh bayi dibandingkan dengan makanan sumber zat besi lainnya dan juga susu formula. Sebesar 50-70 persen zat besi dalam ASI dapat diserap oleh tubuh bayi.

Namun, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan bayi, kebutuhan zat gizi bayi pun meningkat. Jika dilihat dalam tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013 yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, kebutuhan zat besi bayi usia 7-11 bulan adalah sebesar 7 miligram per hari.

Kebutuhan ini tentu sudah tidak dapat dicukupi oleh ASI saja karena kandungan zat besi dalam ASI sangat kecil. Ini menjadi salah satu alasan mengapa bayi usia 6 bulan ke atas harus menerima makanan padat.