Authors Posts by IHR

IHR

6 POSTS 0 COMMENTS

411 Telah Dilewati, 212 Telah Terlaksana, 1212 Baru Dilalui, Selanjutnya Mari...

Majalahayah.com. Alhamdulillah Aksi Bela Islam 212 telah kita lalui bersama dengan sangat baik sesuai rencana para ulama dan habaib NKRI. Bahkan sepuluh hari kemudian...

BNPB Rekomendasikan Lokasi Pascabencana Banjir Jadi Ruang Publik

Majalahayah.com - Garut, Jawa Barat. Pasca banjir dan longsor yang meluluhlantahkan kota Garut, Jawa Barat. Pemerintah masih mempunyai pekerjaan rumah berupa relokasi warga yang...

Peran-peran Utama Seorang Pemimpin Keluarga

Majalahayah.com - Jakarta. Banyak sekali peran yang wajib dilakoni oleh seorang pemimpin keluarga. Selain sebagai pencari nafkah, juga wajib dijalankan peran sebagai perencana, pengarah,...

Setelah Proyek Selesai, Daerah Aliran Sungai (DAS) Acap Terbengkalai

Majalahayah.com - Buruknya Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir Garut. Kondisi ternyata sudah dibaca oleh pemerintah dengan adanya...

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Harus Libatkan Masyarakat Sekitar

Majalahayah.com - Acap terbengkalainya masalah pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Terjadi akibat sudut pandang penyelesain hanya berkutat kepada masalah fisik dan teknis. Sayangnya, selama...

Prostitusi Anak, Buah Ketidakadilan Ekonomi Dan Krisis Moral

Majalahayah.com – Bekasi. Prostitusi anak kembali lagi mencuat menjadi topik hangat berita di berbagai media massa Indonesia. Hasil investigasi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri...
Majalahayah.com, Jakarta - Aktivis Reformasi, Hariman Siregar menegaskan UUD 1945 yang sudah di amandemen perlu ditinjau ulang. Baginya hal ini cukup relevan melihat kondisi kenegaraan Indonesia yang jauh dari cita-cita awal. "Tinjau ulang Karena banyak sekali yang musti dikaji akibat (saat amandemen) terburu-dulu. Secara teknis kekurangan, subtansi berlebihan," tegasnya saat ditemui di dalam diskusi bertema Quo Vadis Amandemen Konstitusi, di Sekretariat Pergerakan Indonesia Maju (PIM), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018). Hariman yang juga baru-baru ini mendeklarasikan Gerakan Kebangkitan Indonesia menegaskan ada dorongan untuk mengembalikan UUD 1945 yang asli. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan cita-cita para pendiri bangsa. "Ada permintaan dari Purnawiran TNI,  Hariman kita sampai mati jangan lepaskan UU 1945 asli, karena utamanya tradisi negara kita sosialisme. Soal perwakilan dan permusyawaratan. Itu mutlak," jelasnya. Tapi dirinya meminta perubahan tersebut harus dilakukan saat negara dalam kondisi stabil, baik secara ekonomi, sosial atau politik. Sehingga tidak tercipta kegaduhan politik yang merugikan masyarakat. "Kalau bisa melakukan perubahan dalam keadaan lebih tenang. Kalau lagi emosi apa yang kita mau ubah bisa keliru lagi kayak kemarin," pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi diskusi.