Authors Posts by DN

DN

699 POSTS 0 COMMENTS

Terima Laporan TKN Jokowi-Ma’ruf, KPAI : Anak Harus Dilindungi dari Penyalahgunaan...

Majalahayah.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan dari team TKN KIK atas kasus pelibatan anak dalam kegiatan politik. Laporan atas dua kasus...

Wujudkan Dunia Bebas Perdagangan Orang

Majalahayah.com, Wina - Perdagangan orang merupakan kejahatan keji yang merendahkan martabat manusia serta menghambat orang untuk menikmati kehidupan yang damai dan sejahtera. Tidak ada...

Pelajaran Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum Universitas Tertua di Australia

Majalahayah.com, Australia  - Kedutaan Besar RI, Dr. Darmansjah Djumala mengatakan bahasa Indonesia dikalangan akademisi Australia diperlukan. Hal ini bertujuan untuk menunjang kerjasama riset dan...

Tak Lagi Berfoya-Foya, Awkarin Kini Menjadi Relawan di Kota Palu 

Majalahayah.com, Jakarta - Selebgram Karin Novilda atau akrab disapa Awkarin terlihat berbeda, sosok yang dikenal sebagai pemancing kritikan pedas warganet, kini berubah menjadi relawan...

F-PKS Tolak Pembahasan Legalisasi LGBT di Sidang Parlemen Internasional

Majalahayah.com, Jenewa - Anggota Delegasi DPR RI pada Sidang Umum IPU 139 di Jenewa, Swiss, Jazuli Juwaini yang juga Ketua Fraksi PKS DPR kembali...

OVO Salurkan Rp1,5 Miliar Donasi Korban Gempa Melalui BAZNAS

Majalahayah.com, Jakarta – Setelah sebelumnya menggalang donasi untuk membantu pemulihan korban pasca gempa Lombok, OVO serahkan donasi dengan total Rp1,5 miliar kepada BAZNAS untuk...

2019, Pendidikan Singapura Tinggalkan Sistem Peringkat di Kelas

Majalahayah.com, Jakarta - Sistem pendidikan Singapura akan mengalami perubahan pada tahun 2019. Mengingat bahwa Singapura dalam hal pendidikan terlalu memprioritaskan akademik siswa agar meraih...

Peringati Hari Pangan Sedunia, WALHI : Rusaknya Lingkungan Hidup Ancam Kedulatan...

Majalahayah.com, Jakarta - Memperingati Hari Pangan Sedunia, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) sampaikan bahwa momentum ini merupakan kesempatan dalam membangun pemulihan ekosistem lingkungan hidup yang...

Bawaslu Tak Benarkan Adanya Indoktrinasi Anti Jokowi di SMAN 87 Jakarta

Majalahayah.com, Jakarta - Terkait dugaan indoktrinasi anti Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh Nelty Khairiyah salah satu guru di SMAN 87 Jakarta, Komisioner Badan Pengawasan...

Mencontoh Denmark, Ini Cara Memuji Anak Agar Tetap Berproses

Majalahayah.com, Jakarta - Pembentukan pola asuh orang tua terhadap anak dinilai dapat mendominasi karakter buah hatinya dalam mengambil keputusan. Salah satunya ialah cara pemberian...
Majalahayah.com, Jakarta - Islamic Book Fair (IBF) menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan mengundang Ustadz Abdul Somad di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta pada tanggal 19 April 2018. Menyampaikan bahwa buku tidak akan pernah mati, Ust. Abdul Somad menceritakan bahwa dengan menulis orang dimasa yang akan datang akan mengetahui kita pernah hidup di masa lalu. Ia mencontohkan seperti halnya Imam Syafi'i. "Imam Syafi'i kita kenal dari mana? Rumah, Istri, anaknya tidak tahu tapi kiya mengenal imam Syafi dari buku fiqih," sapanya dalam Tabligh Akbar pagi hari tadi (19/04/2018). Menceritakan sepulang dari Mesir ia pun terinspirasi menjadi seorang penulis, namun sangat disayangkan karyanya jarang sekali diminati oleh masyarakat. "Karena belum bisa sekali waktu itu menulis buku akhirnya menerjemahkan buku. Yang saya tulis dan terjemahkan ada 40 judul buku. Lalu setelah jual ke penerbit, jual naskah dan habis. Kalau dicetak ulang maka saya tidak dapat royalti," paparnya. Mengetahui dampak dari video ceramah  yang viral di masyarakat, akhirnya setelah 10 tahun lalu pada buku Indahnya Seks Setelah Menikah mengalami peningkatan dalam pembelian sehingga  buku itu dibuat ulang. "Saya tidak dapat uang, karena saya jual habis naskah itu dan saya tidak tahu sekarang jadi begini (laku keras) kalau tahu saya simpan, setelah viral," sapanya. Menyampaikan motifasi kepada jamaah yang membanjiri Tabligh Akbar, lanjut Ust. Abdul Somad bahwa kita tidak tahu masa yang akan datang oleh karena itu bagi para penerus bangsa yang mempunyai skill penerjemah cari buku Arab lalu terjemahkan, begitupula dengan bahasa Inggris atau bahasa Jepang terjemahkan saja. Memaparkan bahwa ada Ulama Mesir yang kagum kepada pendiri Nahdatul Ulama sebab Islam membawa rahmatan lil alamin, lalu ada ulama besar namanya Abdul Jafar Al Maksur mendirikan lembaga Darul Hikmah, Ust Abdul Somad mengatakan rumah itu sebuah ilmu pengetahuan membuat tim ahli penerjemah yang ahli bahasa Persia, Yunani, Latin dan semua buku-buku diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab lalu dikumpulkan di Darul Hikmah, kemudian datang tentara mongol mereka obrak-abrik perpustakaan itu, campakkan buku-buku ke sungai sampai tintanya luntur dan sungainya hitam. Mereka penghancur peradaban, Allah langkat kepada Mongol. "Tapi Islam tidak hancur, datanglah buku-buku. Artinya tidak ada yang pernah mati kecuali ilmu pengetahuan. Untuk membangkitkan umat islam bukan dengan senapan, pistol, meledakan kedutaan Amerika atau membunuh umat di Bali tetapi dengan membangkitkan ilmu pengetahuan dengan Ismail Raji Almamukti," tegasnya. Islam dan sains jika digabungkan maka Islam akan bangkit dan menggemarkan negara muslim lainnya. "Buku adalah tinta yang akan mati, mamun akan hidup bila dikenakan oleh manusia. Bangga dengan anak muda ketika pulang dari pameran buku internasional dibaca dan dibawa ke masjid," tambahnya. Diakhir perkataan ia menyampaikan jika yang punya bakat menulis mulailah dengan menulis. Apa saja bisa dijadikan buku dan ditulis. Pemula bisa menulis dari biografi, paling tidak untuk sendiri lalu disimpan di email.