Authors Posts by DN

DN

392 POSTS 0 COMMENTS

Menteri Yohana : Perempuan Fiji Ingin Belajar dari Pengerajin Indonesia

Majalahayah.com, Jakarta - Hari kedua kunjungan kerja ke Fiji, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise melaksanakan sejumlah agenda. Mulai dari berkunjung...

Kemenhub Optimis, Juli 2018 LRT Sumsel Siap Beroperasi

Majalahayah.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan optimis LRT Sumatera Selatan akan selesai dan dioperasikan pertengahan Juli 2018. Hal tersebut guna mendukung perhelatan akbar Asian Games...

Tepis Beri Usul Pengangkatan Iriawan, ALASKA : Jokowi Harus Pecat Mendagri

Majalahayah.com, Jakarta - Polemik pengangkatan Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jabar masuki babak baru setelah Jokowi menepis usulan pengangkatan Iriawan selaku Penjabat Gubernur Jabar yang...

Tiga Point Salah Kaprah Pelibatan Orang Tua di Sekolah

Majalahayah.com, Jakarta - Memasuki dunia pendidikan bagi buah hati, hal yang penting diperhatikan adalah hubungan antara orang tua dengan sekolah. Hal tersebut sering kali...

Stimulasi Anak Usia Dini, Menentukan Kualitas Hidup Buah Hati

Majalahayah.com, Jakarta - Menentukan kualitas kehidupan anak dan perkembangannya secara optimal dapat terlihat dari pola asuh yang diberikan orang tua dan orang dewasa di...

Meriahkan HUT Kota Jakarta, Ancol Persiapkan Pertunjukan Ondel-Ondel Main Bola

Majalahayah.com, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal ondel-ondel? Salah satu icon Betawi yang cukup terkenal ini sering ditemui di kantor-kantor pemerintahan, hotel dan tempat...

Lihat Aksi Seru Dragon Ball dari Jepang, Kini Bisa Dinikmati di...

Majalahayah.com, Jakarta - Bagi penggemar tokoh komik Dragon Ball Z tentunya tidak asing lagi dengan seluruh karakter yang ada dalam tim tersebut. Goku, Piccolo,...

Arus Balik Lebaran, KPAI Himbau Tidak Bawa Pekerja Non-Skill

Majalahayah.com, Jakarta - Setelah melewati arus mudik lebaran, saat ini sejumlah kota besar di Indonesia akan menghadapi dampak dari  arus balik lebaran. Terpantau, dalam...

KPAI Lakukan Silaturahmi dengan Ponpes Alfattah Pacitan

Majalahayah.com, Jakarta - Ponpes Alfattah Kikil Pacitan, merupakan salah satu pesantren ternama dan berpengaruh. Banyak pejabat publik mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur serta tokoh-tokoh...

H+2 Libur Lebaran Makin Meriah, Unit Rekreasi Ancol Suguhkan Acara Menarik

Majalahayah.com, Jakarta - Memasuki masa libur lebaran kedua kemarin (17/6) kawasan wisata pantai Ancol Taman Impian terus dikunjungi wisatawan. Tercatat sejak H-1 Lebaran (14/6)...
Majalahayah.com, Jakarta - Generational tension atau kurangnya respek kepada orang lain yang berbeda generasi kini sedang melanda banyak perusahaan. Mengapa hal ini terjadi? Pertama, mereka tidak memahami satu dengan yang lain. Kedua, mereka memiliki akses yang berbeda terhadap sumber daya dan power. Ketiga, perbedaan gaya kerja dan penguasaan teknologi. Keempat, kurangnya kesediaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman satu dengan yang lain. Apabila hal ini dibiarkan akan berakibat kepada situasi kerja yang tidak harmonis, produktivitas menurun, turnover karyawan tinggi, cost yang besar untuk penanganan konflik. Dan tentu saja, kinerja anjlok dan keuntungan perusahaan bisa “jeblok.” Mau? Tentu tidak. Untuk itu, ada tiga prinsip yang perlu Anda pegang apabila Anda menjadi pimpinan dengan anggota tim multi generasi atau lintas generasi. Pertama, tanamkan bahwa perbedaan adalah karunia. Menurut para ahli, perusahaan tidak harus mengubah seseorang, tetapi mengajarkan bagaimana caranya untuk menjadikan perbedaan menjadi pengungkit keberhasilan tim. Saling belajar antar generasi di satu tim membuat proses pembelajaran semakin efektif jauh melebihi pelatihan terbaik dunia sekalipun. Tentu proses saling belajar ini bisa terjadi apabila Anda tahu caranya. Kedua, pahamilah bahwa setiap generasi memiliki kekuatan unik yang dapat diungkit. Menurut Jeanne C. Meister dalam Future Workplace (2014), pemimpin memiliki tanggungjawab untuk membantu anggota timnya memahami bahwa masing-masing mereka memiliki seperangkat keterampilan yang unik untuk dikontribusikan di dalam tim. Fokus kepada keunikan masing-masing adalah pondasi untuk meningkatkan motivasi kerja dan produktivitas mereka. Ketiga, mengaktifkan hot button generasi adalah keharusan dalam mewujudkan high performance team. Sebuah riset yang dipublikasikan oleh The Conversation (2015) menyatakan bahwa mengelola generasi sesuai dengan kebutuhannya dapat meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja jauh melebihi rata-rata. Memegang tiga prinsip di atas adalah dasar utama untuk melejitkan performa tim dengan anggota lintas generasi. Tentang bagaimana Anda bisa mendongkrak kinerja tim dengan anggota lintas generasi, dapatkan caranya di Public Training: Leveraging Generation Gap to Build High Performance Team pada 5 April 2017. Informasi lengkap klik bit.ly/kubikleadershipseries atau hubungi 021-29400-100 dan 082111-999-022. Jamil Azzaini CEO Kubik Leadership