Authors Posts by BR

BR

366 POSTS 0 COMMENTS

Mevlut Cavusoglu : Tentara Turki akan Memasuki Manbij

Majalahayah.com, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan tentara Turki akan memasuki Manbij selangkah demi selangkah. Turki telah meluncurkan dua kampanye militer lintas batas bersama dengan...

AS Mulai Berpatroli Dekat Manbij, Suriah Utara

Majalahayah.com, Tentara Turki dan AS telah memulai patroli independen di Suriah utara sepanjang garis yang memisahkan daerah-daerah yang dikuasai Turki dari kota Manbij. Untuk mengatasi...

Analis Politik Katakan Pertemuan Trump-Kim Hanya Simbolis

Majalahayah.com, Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji untuk bekerja menuju denuklirisasi lengkap dari semenanjung Korea, Selasa (12/06). Pernyataan bersama...

Cuitan Amarah Trump kepada Sekutu NATO, Uni Eropa dan PM Kanada

Majalahayah.com, Presiden AS, Donald Trump mencuitkan kemarahannya pada sekutu NATO, Uni Eropa dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau di akun twitter pribadinya pada Senin (11/6). Setelah...

Karena Didanai Asing, Austria Tutup 7 Masjid dan Usir 60 Imam...

Majalahayah.com, Sebagai langkah awal menekan ideologi islamis dan pembiayaan asing untuk kelompok keagamaan, pemerintah sayap kanan Austria berencana menutup tujuh masjid dan mengusir 40 imam. Pemerintah koalisi...

Penyebab Gencatan Senjata di Gaza

Majalahayah.com, Gaza jatuh tenang pada hari Rabu di bawah gencatan senjata de facto, setelah perseteruan yang paling intens antara pejuang Palestina dan Israel sejak...

Kurangi Hutang Nasional, PM Malaysia Tinjau Ulang Proyek KA dengan China

Majalahayah.com, Demi mengurangi hutang nasionalnya yang melambung senilai 50 miliar dolar setelah membangun proyek-proyek raksasa, Perdana Menteri Malaysia mengatakan bahwa Malaysia tengah merundingkan ulang kontrak...

Polisi Malaysia Rampas 114 Juta Ringgit dari Tas Najib Razak

Majalahayah.com, Di satu apartemen, petugas Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) Amar Singh menemukan 35 tas berisi uang senilai 114 juta ringgit dalam 26 mata uang berbeda, terkait...

Perbedaan antara Dunia dan Rezeki

Majalahayah.com - Manusia sering lupa apa yang dinikmatinya setiap hari apapun bentuknya itu semua adalah pemberian Allah. Namun seringkali tidak bisa membedakan nikmatnya dunia...

Komisi Anti-Korupsi Malaysia Kembali Periksa Najib Razak

Majalahayah.com, Karena penyalahgunaan dana RM42 juta dalam SRC International Sdn Bhd, perusahaan terkait 1MDB, Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak kembali diperiksa di Komisi Anti-Korupsi...
Majalahayah.com, Jakarta - Kuasa hukum Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI) Yusril Ihza Mahendra menyayangkan pencopotan Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Dr Suteki. Yusril menegaskan bahwa Suteki bukan merupakan anggota atau pengurus HTI. "Profesor Suteki ini bukan anggota HTI," tegas Yusril dalam konferensi pers di Menara 88 Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Senin (4/6/2018). Yusril mengatakan, penghadangan dan persekusi terhadap anggota dan pengurus HTI dalam kegiatan berdakwah hingga akademis marak terjadi setelah PTUN menolak seluruh gugatan HTI. Ia pun meminta pemerintah untuk bertindak adil dan menghentikan tindakan-tindakan persekusi tersebut. "Memang ada kecenderungan di kalangan HTI memang ada penghadangan kalau mau melakukan pengajian termasuk juga (kepada) Pak Suteki (Guru Besar Universitas Diponegoro). Pak Suteki itu adalah ahli yang dihadirkan," paparnya. Suteki juga dihadirkan saat menguji Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi (MK). "Kemudian beliau juga hadir dalam sidang di Pengadilan TUN Jakarta ketika kami menggugat keputusan Menkumham tentang pencabutan status Badan Hukum serta pembubaran HTI. Profesor Suteki ini merupakan guru besar Sosiologi Hukum pada Universitas Diponegoro di Semarang," katanya. Menurut Yusril, Suteki dipersulit ketika memberikan keterangan di pengadilan saat itu. Suteki, lanjut dia, bahkan diancam akan diberhentikan karena memberikan keterangan di pengadilan. "Saya pikir kita sangat prihatin ya. Kebebasan mimbar akademik, kebebasan seorang akademisi itu berbicara dalam batas-batas tanggung jawab keilmuannya itu malah diancam untuk diberhentikan. Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah supaya hal-hal seperti ini diberhentikan," tuturnya.