Authors Posts by AA

AA

51 POSTS 0 COMMENTS

Bertelanjang Kaki diatas rumput, Banyak manfaatnya

MajalahAyah.com, Jakarta – Murah meriah dan Tidak perlu alat yang merepotkan, Berjalan diatas rumput dengan bertelanjang kaki mampu menurunkan kadar lemak yang tinggi dan...

Tak Hanya HandPhone, Nokia kini Meluncurkan Sisir pintar

MajalahAyah.com, Jakarta – Pabrikan ponsel dari Finlandia kembali muncul diawal tahun 2017. Nokia meluncurkan teknologi yang membuat pencintanya mengernyitkan dahi. Bukannya mengeluarkan Handphone berbasis...

Untuk Mengimbangi Google Maps, Apple Bangun Pusat Pengembangan di India

Majalahayah.com – Sepertinya apple sangat serius untuk mengejar ketertinggalan dari Google Maps dari segi vitur pengguna. Hal ini ditandai dengan dibukanya pusat pengembangan khusus...

Berbagai fasilitas di Kampung Batu

Majalahayah.com - Bandung. Sejak tahun 1900-an, Kampung Batu Malakasari terkenal dengan kawasan penambangan batu. Sejak tahun 2002 kawasan ini direklamasi, sisa penambangan batu masa...

Kampung Batu, Objek Geowisata Di Selatan Bandung

Majalahayah.com – Bandung. Akhir pekan, saatnya berlibur bersama teman, pasangan maupun keluarga. Anda bisa coba salah satu objek wisata di Bandung Selatan ini, namanya...

Pakansari Mulai Dipadati Pedagang

Majalahayah.com – Bogor. Perhelatan babak semifinal leg pertama AFF Cup antara Indonesia menghadapi Vietnam diselenggerakan di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor – Jawa Barat. Antusiasme...

Pakansari Pagi Ini

Majalahayah.com - Bogor. Stadion Pakansari, stadion kebanggaan warga Bogor telah dipilih secara resmi oleh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI ) sebagai venue penyelenggaran leg...

HUT Pertama WRI Chapbodas

Bertempat dikawasan Cilebut Bogor (30/10), WRI Chapbodas merayakan hut pertamanya. Suasana kekeluargaan dan kesederhanaan sangat melekat pada acara yang diselenggarakan disalah satu rumah member...

Teknik Pembuatan Skatebord Listrik dengan Budget Minim

Majalahayah.com - Membuat skatebord listrik tentunya memberikan kesulitan sendiri bagi para skaters. Apalagi bila ternyata anggaran yang dimiliki cukup minim. Bahkan harus juga bersaing...

Skatebord Listrik yang Kehadiranya Masih Menuai Pro dan Kontra

Majalahayah.com - Skatebord listrik merupakan skatebord yang digerakan oleh motor listrik yang dikendalikan oleh remote RF. Kalau skatebord biasa, pengemudinya melakukannya sendiri dengan menggeser...
Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis mempersoalkan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang akan menggelar salat tarawih di Monas pada 26 Mei, yang akan dihadiri oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno. MUI mempertanyakan acara tarawih di Monas ini. Cholil Nafis mempertanyakan kebijakan tersebut yang bertujuan untuk menjaga persatuan. Karena dirinya melihat masih ada Masjid yang mampu menampung para jamaah. "Saya kok ragu ya kalau alasannya tarawih di Monas untuk persatuan. Logikanya apa ya? Bukankah Masjid Istiqlal yang megah itu simbol kemerdekaan, kesatuan, dan ketakwaan. Sebab, sebaik-baiknya salat itu di masjid karena memang tempat sujud. Bahkan Nabi SAW selama Ramadan itu iktikaf di masjid, bukan di lapangan," tutur Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis dalam keterangannya, Sabtu (19/5/2018). Dirinya menyatakan agar kegiatan kebangsaan dan keagamaan mampu ditempatkan pada logika yang tepat. Sehingga katanya tidak terjerumus kepada niat untuk menunjukan diri. "Marilah yang sehat menggunakan logika kebangsaan dan keagamaan. Jangan menggunakan ibadah mahdhah sebagai alat komunikasi yang memunculkan riya' alias pamer. Shalat Ied aja yang untuk syi'ar masih lebih baik di Masjid kalau bisa menampungnya. Meskipun ulama ada yang mengajurkan di lapangan karena syi'ar tapi Masjid masih lebih utama," ucapnya. Karena menurut Nafis, shalat tarawih lebih baik dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini ujarnya mencontoh perilaku Nabi saat melakukan sholat tarawih. "Shalat tarawih itu menurut sebagian ulama sebagai shalat malam, maka lebih baik sembunyi atau di masjid. Makanya Nabi saw hanya beberapa kali shalat tarawih bersama sahabat di Masjid. Makanya kalau shalat di Monas karena persatuan sama sekali tak ada logika agamanya dan kebangsaannya. pikirkan yang mau disatukan itu komunitas yang mana?" tegasnya. "Duh, yang mau disatukan dengan shalat tarawih itu komponen yang mana? dan yang tak satu yang mana? kalau soal jumlah rakaat yang berbeda sudah dipahami dengan baik oleh masjid-masjid bahwa yang 8 atau yang 20 bisa shalat bareng berjemaah hanya yang 20 kemudian meneruskan. Ayolah agama ditempatkan pada relnya jangan dibelokkan," tambah Nafis. Karena itu dirinya berharap Pemprov DKI mengurungkan niat untuk menerapkan kebijakan sholat teraweh di Monas. Karena menurutnya masih ada masjid besar yang mampu menampung. "Saya berharap pemprov DKI mengurungkan niat tarawih di Monas. Cukuplah seperti maulid dan syiar keagamaan aja yang di lapangan. Tapi shalat di lapangan sepertinya kurang elok sementara masih ada masjid besar sebelahnya yang bisa menampungnya. Ayo pemprov DKI lebih baik konsentrasi pada masalah pokok pemerintahannya yaitu mengatasi banjir dan mecet yang tak ketulungan dan merugikan rakyat," pungkasnya. Berkaitan dengan acara ini sendiri, Sandiaga menyatakan Pemprov DKI mengadakan tarawih pertama kalinya dengan harapan dapat mempersatukan warga. "Karena ini adalah simbol Jakarta dan Monas ini menjadi tempat pemersatu umat dan menjadi simbol Jakarta yang mudah-mudahan bisa meningkatkan ketakwaan kita selama bulan Ramadan," ujar Sandiaga. Sandiaga mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyelenggaraan acara tersebut. Dia menegaskan hanya akan mengadakan tarawih dan bukan buka puasa bersama. Rencana ini juga sudah dikoordinasikan dengan Anies Baswedan.