Majalahayah.com, Jakarta – Pernah mendengar istilah sandwich generation? Istilah ini mengacu pada seseorang yang terjepit dalam dua tanggung jawab sekaligus, yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orangtua. Sandwich generation memiliki beban finansial yang berat, karena tanggung jawab yang dipikulnya sendiri.

Generasi ini dapat terjadi karena orangtua tidak menyiapkan dana pensiun yang memadai, sehingga orangtua menjadi beban anak saat orangtua sudah tidak lagi produktif. Agar kelak kamu tidak melahirkan sandwich generation berikutnya, sebaiknya persiapkan finansial dengan matang. Berikut beberapa cara mengatur keuangan agar anak terhindar jadi sandwich generation!

Kelola Keuangan dengan Baik

Mengelola keuangan dengan baik harus dilakukan sedari dini agar tidak terjadi pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan. Atur keuanganmu dengan baik agar kamu dapat memenuhi semua kebutuhan, tetap bisa berinvestasi, dan tidak terlilit dengan hutang karena masalah konsumtif yang kamu miliki. Untuk mengelola keuangan dengan baik, biasakan untuk membuat anggaran bulanan dan mematuhinya. Catat setiap pengeluaran untuk evaluasi cash flow.

Persiapkan Dana Pensiun

Dalam membuat anggaran bulanan, jangan lupa untuk memasukkan dana pensiun di dalamnya. Hal tersebut sangat penting dilakukan, agar kamu memiliki tabungan saat kamu sudah tidak lagi produktif lagi, sehingga tidak menjadi beban bagi anak-anak di kemudian hari. Menyiapkan dana pensiun bisa menjadi investasi jangka panjang. Nilainya bisa disesuaikan dengan penghasilanmu.

Kesehatan

Semakin tua usia seseorang, maka akan semakin rentan sakit. Karena hal tersebut, sebaiknya daftarkan diri untuk ikut asuransi kesehatan guna meminimalisir beban finansial terkait dengan masalah kesehatan di kemudian hari. Apalagi, biaya kesehatan semakin lama semakin melambung tinggi.

Hati-Hati saat Mengambil Kredit

Sebelum memutuskan untuk mengambil kredit, pikirkan dan perhitungkan dengan matang apakah kamu sanggup melunasinya tanpa mengganggu kestabilan keuangan. Pikirkan pula tenor dalam mengambil kredit, jangan sampai melewati batas pensiun. Hal tersebut akan membebani masa tuamu, dan anak-anakmu di kemudian hari.

Kurangi Pengeluaran Konsumtif

Pengeluaran konsumtif bisa dicontohkan sebagai pengeluaran tidak perlu, seperti nongkrong atau membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Daripada uang dipakai untuk hal-hal konsumtif, lebih baik diinvestasikan sebagai tabungan untuk pensiun. Sesuaikan gaya hidup dengan penghasilan, jangan sampai gaya hidup membuat kamu terlilit hutang, tidak bisa menabung dan berinvestasi.

Uang memang bisa didapat dari mana pun, dari kerja kantoran, kerja sampingan, berdagang, dan lain lain. Untuk bekerja sendiri, kamu akan membutuhkan  waktu, tenaga, uang, pikiran, dan perasaan. Jadi, apakah rela jika hasil jerih payahmu digunakan untuk hal-hal yang tidak penting begitu saja?

Hargailah uang, hargai juga dirimu yang sudah bersusah payah mendapatkannya. Jangan menganggap remeh uang karena setiap bulan kamu memiliki penghasilan yang besar. Dengan menghargai uang dari hasil jerih payahmu, maka kamu akan berpikir ribuan kali untuk menggunakan uang tersebut untuk hal-hal yang tidak penting.