Majalahayah.com, Jakarta – Komnas HAM memberikan respon dengan pembentukan tim atas berlarut-larutnya kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Tercatat sudah 333 (tiga ratus tiga puluh tiga) hari atau hampir setahun kasus tersebut berlalu.

Menurut Komnas HAM tim ini sendiri dibentuk berdasarkan Sidang Paripurna pada bulan Februari lalu. Juga atas adanya pengaduan dari keluarga Novel Baswedan, yaitu istrinya, Rina Emilda.

“Pertama kasus ini diterima oleh Komnas HAM, secara resmi di pengaduan komnas HAM yang dilakukan oleh isteri dari Novel Baswedan,” ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam selaku anggota tim, di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

Ketua tim pemantau, Sandrayati Moniaga mengatakan laporan tersebut masuk pada akhir Januari 2018 lalu. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti lewat rapat paripurna yang dilaksanakan pada 6-7 Februari 2018. Tim ini akan berkerja selama 3 bulan terhitung dari paripurna.

“Yang diadukan adalah terhentinya proses pnyelidikan,” papar Sandrayati saat ditanya apa yang diadukan istri Novel.

Karena itu Sandrayati mengatakan fokus tim ini adalah untuk mendalami mengapa pihak aparat penegak hukum tidak ada perkembangan penyelidikan. Mereka tidak masuk ranah penyidikan.

“Kami melihat proses kenapa prosesnya tehenti sekian lama, kami tidak menyelidik pokok perkara dan penyerangan karena itu ranah polisi,” ucapnya.

Sementara itu, tim ini sudah kurang lebih sebulan bekerja. Namun, perkembangan tidak mau mereka ungkap apa temuannya. Choirul mengaku baru akan memeriksa saksi-saksi dan pihak terkait. Rencananya dalam waktu dekat dia akan menemui Novel.

“Kami sedang mengumpulkan semua dokumen, kami merencanakan mencari keterangan dari berbagai pihak,” ucapnya.