Home Internasional AS Ingatkan Israel Terkait Hubungan Bisnis dengan China

AS Ingatkan Israel Terkait Hubungan Bisnis dengan China

76

Majalahayah.com, Jakarta – Amerika Serikat mengingatkan Israel, sekutu kuatnya di Timur Tengah, untuk tidak meningkatkan hubungan bisnis dengan China. Alasannya, hubungan bisnis tersebut memiliki implikasi keamanan.

Dalam RUU anggaran militer terbarunya, Senat AS mengingatkan Israel untuk tidak mengizinkan China mengelola pelabuhan Haifa, yang telah lama menjadi dermaga bagi Armada Keenam AS dan tempat latihan gabungan Amerika-Israel.

RUU itu secara khusus menyorot tentang perusahaan China, Shanghai International Port Group yang telah menandatangani kesepakatan dengan Haifa. Dalam kesepakatan itu, perusahaan China tersebut akan mengoperasikan pelabuhan di Haifa selama 25 tahun, yang akan dimulai pada tahun 2021 mendatang. 

“Amerika Serikat memiliki minat terhadap kehadiran kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di pelabuhan Haifa di Israel di masa depan, tetapi AS punya kekhawatiran keamanan serius sehubungan dengan pengaturan penyewaan pelabuhan Haifa,” demikian isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Otorisasi Pertahanan Nasional 2020 seperti dilansir media Haaretz, Sabtu (15/6/2019).

Senat AS juga menyerukan Israel untuk “mempertimbangkan implikasi keamanan atas investasi asing di Israel”. Draf RUU tersebut memang tidak secara detail menyebut China, namun diketahui bahwa Israel telah memberikan sejumlah kontrak infrastruktur penting ke perusahaan-perusahaan China.

RUU ini diajukan pada Kamis (13/6) waktu setempat oleh Komisi Dinas Bersenjata Senat dan diperkirakan akan disetujui oleh Senat.

Di masa lalu, urusan dengan China juga telah berdampak bagi Israel. Selama pemerintahan mantan Presiden AS George W. Bush, dialog strategis antara AS dan Israel sempat dihentikan selama tiga tahun. Dialog kembali dilanjutkan setelah pemerintah Israel setuju untuk mengizinkan AS meninjau setiap penjualan militer Israel ke China.