KPAI

Majalahayah.com, Jakarta – Setelah melewati arus mudik lebaran, saat ini sejumlah kota besar di Indonesia akan menghadapi dampak dari  arus balik lebaran. Terpantau, dalam dua hari ini, lalulintas darat, laut dan udara juga semakin ramai  dari pergerakan arus balik lebaran.

Mengingat ritual arus balik seringkali memiliki dampak urbanisasi, maka ada 6 hal penting yang mesti dipertimbangkan sebelum berangkat ke kota-kota besar menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) :

1) Kota bukan satu-satunya tempat terbaik memperbaiki nasib keluarga. Banyak potensi- potensi desa dan daerah yang saat ini membutuhkan pelopor inovatif di desa.

“Ingat banyak orang-orang sukses berawal dari mengembangkan  dan menginovasi potensi-potensi lokal di desanya,” ujar Susanto selaku ketua KPAI dalam siaran pers (19/06/2018).

2) Jika ingin ke Jakarta atau kota kota-kota besar lainnya, hindari membawa keluarga dan kerabat yang non skill. Hal tersebut bisa menimbulkan masalah baru di kota-kota tujuan.

“Pada point ini untuk menghindari potensi pengangguran dan masalah sosial lain.  Pengangguran seringkali menimbulkan masalah anak, seperti, penelantaran, putus sekolah dan masalah anak lainnya,” tambah Susanto.

3) Pastikan ada tempat tinggal di kota tujuan, lanjut Susanto, hindari tinggal di kolong jembatan, lokasi penampungan sampah, pinggir rel kereta api dan sungai serta tempat-tempat berbahaya lainnya. Hal ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang  anak.

4) Pastikan jika membawa tenaga pengasuh dari kampung  memiliki rekam jejak yang baik dan bukan pelaku kekerasan terhadap anak. Hal ini mencegah maraknya kasus-kasus anak di kota-kota tujuan baik penculikan, kekerasan maupun trafiking.

5) Jika membawa anak, pastikan identitas anak lengkap, seperti, Akta kelahiran, KTP orang tua, Kartu Keluarga, serta identitas lain yang diperlukan. Hal ini bertujuan memastikan pemenuhan hak dasar anak termasuk pendidikan.

“Dan yang terakhir hati-hati, dalam melamar pekerjaan. Hal ini untuk menghindari modus memanfaatkan pendatang baru, yang bisa merugikan,” Tukas Susanto.