Majalahayah.com, Jakarta – Disiplin merupakan karakter positif anak yang didambakan setiap orangtua dan guru. Namun, kita sebagai orang dewasa suka lupa bahwa disiplin poitif pada anak tidak berdiri sendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Inisiator Semua Murid Semua Guru (SMSG), Najelaa Shihab.

“Apabila tujuan pendidikan dan pengasuhan di sekolah maupun di rumah agar anak tumbuh bahagia, terdidik, dan cerdas, maka proses disiplin seharusnya mendukung,” ujar Najelaa dalam buku SMSG Jilid.

Membentuk anak menjadi pribadi bahagia bukan hal mudah, Najelaa terangkan bahwa guru ataupun orangtua harus siap mengontrol emosi. Sebab, mereka tidak boleh menyakiti dan membahayakan anak.

“Guru dan orangtua berperan memberi pelajaran yang dilakukan dengan tenang dan penuh kasih sayang,” ucapnya.

Selanjutnya agar anak mandiri, Najelaa tuturkan disiplin tidak sekedar menuruti peraturan. Tetapi munculkan kesadaran, pemahaman, dan pengendalian diri sepanjang hayat.

“Untuk anak cerdas, disiplin bukan hanya mengikuti ancaman atau sogokan, tetapi mampu mengkritik dengan baik, berefeksi dan berkaloborasi dengan lingkungan,” terangnya lagi.

Namun, yang menjadi pertanyaan Najelaa apakah para guru dan orangtua siap membentuk anak agar tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang disiplin?