Majalahayah.com, Jakarta – Puasa Ramadhan hanya menghitung hari sebelum tiba Hari Raya Idul Fitri. Lalu apa sebenarnya Idul Fitri itu dan bagaimana umat Islam merayakannya.

Dilansir dari Raw story, makna Idul Fitri secara harfiah adalah festival atau perayaan. Dalam kalender Islam atau Qomariah ada dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Idul Fitri biasanya dilakukan selama tiga hari sedangkan Idul Adha biasanya dilakukan selama empat hari atau hari raya besar.

Mengapa hari raya Islam dilakukan dua kali dalam setahun?

Pada dua hari Raya itu ada dua peristiwa yang berbeda yang melatarbelakanginya dalam sejarah umat Islam. Idul Fitri berarti hari raya berbuka puasa, puasa wajib bagi umat Islam selama satu bulan penuh sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Selain itu juga untuk memperingati turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana cara umat Islam merayakan Idul Fitri?

Perayaan Idul Fitri akan berlangsung selama dua hingga tiga hari, di mana pada pagi hari di hari pertama Idul Fitri umat Islam akan melakukan sholat Ied. Di saat yang bersamaan umat Islam akan saling mengucapkan selamat Idul Fitri dengan berjabat tangan dan pelukan formal.

Tidak berhenti di situ, di rumah-rumah juga akan disediakan hidangan-hidangan manis serta hadiah-hadiah yang kerap diberikan kepada anak-anak dan mereka yang membutuhkan. Umat Islam pada hari Fitri akan saling bermaaf-maafan. Tradisi-tradisi ini akan bervariasi dari tiap-tiap negara.

Di banyak negara dengan populasi Muslim yang besar, hari raya Idul Fitri akan menjadi hari libur nasional. Sekolah-sekolah dan perkantoran akan diliburkan sehingga oada hari raya umat Islam dapat berkumpul dengan keluarga mereka, teman-teman dan tetangga.

Di Amerika Serikat (AS) dan Inggris, umat Islam dapat meminta cuti sekolah dan cuti kerja sehingga mereka dapat bepergian atau merayakannya bersama keluarga dan teman.

Di negara-negara seperti Mesir dan Pakistan, umat Islam menghiasi rumah mereka dengan lentera, lampu kelap-kelip, atau bunga. Makanan khusus pun akan disajikan, teman, tetangga, maupun keluarga besar akan diundang berkumpul bersama.

Di tempat-tempat seperti Yordania, dengan populasi mayoritas Muslim, beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri tiba mereka akan berburu hadiah di mal-mal lokal dan pasar Ramadhan. Mereka akan bersiap untuk bertukar hadiah pada saat Idul Fitri

Di Turki dan di tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari kekaisaran Ottoman-Turki seperti Bosnia dan Herzegovina, Albania, Azerbaijan dan Kaukasus, juga dikenal sebagai, “Lesser Bayram” atau “festival” di Turki.

Lalu apa itu Idul Adha, bagaimana umat Islam merayakan Idul Adha?

Hari Raya Idul Adha adalah pesta pengorbanan. Hari Raya Idul Adha disebut juga hari raya besar, waktunya adalah saat umat Islam melaksanakan ibadah Haji di kota suci Makkah di Arab Saudi. Ibadah haji sendiri bagi umat Islam adalah wajib sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu.

Idul Adha sebagai hari memperingati kisah ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan putranya Ismail sebagai ujian iman. Kisah tersebut, sebagaimana diriwayatkan dalam Alqur’an, menggambarkan upaya setan untuk menggoda Ibrahim agar tidak melakukan perintah Allah. Namun, Ibrahim tetap tidak tergerak dan justru memberi tahu Ismail perihal perintah tersebut dan Ismail pun bersedia dikorbankan.

Saat Nabi Ibrahim memantapkan hatinya hendak membunuh putranya, Allah pun mengutus malaikat untuk segera mengganti Ismail dengan seekor domba jantan. Karena itulah, umat Islam berkurban di hari Idul Adha sebagai upaya mengenanh pengorbanan Nabi Ibrahim yang tunduk terhadap perintah Allah SWT.

Kapan Idul Fitri dan Idul Adha dirayakan?

Idul Fitri dirayakan pada hari pertama bulan ke-10 dalam kalender Islam sedangkan Idul Adha dirayakan pada hari ke 10 bulan terakhir dalam kalender Islam.

Kalender Islam adalah kalender lunar, dan tanggal dihitung berdasarkan fase lunar. Karena tahun kalender Islam (Hijriyah) lebih pendek dari tahun kalender matahari (masehi) perbedaan antara 10 hingga 12 hari. Karena itu tanggal untuk awal Ramadan dan Idul Fitri pada kalender Gregorian atau masehi dapat bervariasi dari tahun ke tahun.

Apa makna spiritual Idul Fitri?

Idul Fitri menandakan berakhirnya waktu puasa Ramadhan. Makna spiritual yang terdapat di dalamnya selain refleksi dan kegembiraan, Idul Fitri juga sebagai waktu untuk amal, yang dikenal sebagai Zakat al-Fitr.

Idul Fitri dimaksudkan sebagai waktu sukacita dan penuh berkah bagi seluruh umat Muslim dan waktu untuk membagikan harta kekayaan seseorang kepada mereka yang tidak mampu.

Al-Qur’an mengatakan, “percayalah kepada Allah dan utusannya, dan berikan amal dari (substansi) bahwa Allah telah membuat Anda ahli waris. Bagi Anda yang percaya dan memberi amal – bagi mereka adalah hadiah besar,”