Facebook Anies - Sandi

Majalahayah.com, Jakarta – Keinginan pasangan gubernur – wakil gubernur terpilih Anies Baswedan – Sandiaga Uno untuk menghentikan proyek reklamasi ditanggapi negatif oleh Apindo. Bagi Apindo hal ini akan membuat para pengembang akan melakukan gugatan hukum atas kebijakan tersebut.

“Enggak mungkin switching bisnis. Itu ga mudah jadi kalau memang oleh gubernur abies akan disetop ya lebih baik disetop tidak dalam, ya kalau disetop saya yakin para investor disitu akan lalukan semacam, perlawanan secara hukum. Saya yakin karena mereka waktu itu terima poin izinnya. Ya kalau ada beberapa poin yg katanya belum terpenuhi mereka kan bisa penuhi tidak dengan langsung di stop kan ada terminnya. Mereka diminta lengakapi perizinan tapi buka terminasi,” ujar Ketua Kebijakan Publik Apindo Danang Grindrawardana, di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Karena baginya para pengembang akan tidak sepakat dengan kebijakan penghentian proyek tersebut. Karena tidak ada kesepakatan untuk pengembalian uang investasi tersebut.

“Saya tidak urusan dengan grup pengembang tapi saya yakin mereka sudah kekuarkan investasi yg cukup besar dan saya yakin mereka tidak akan senang kalau itu tiba-tiba diputus begtu saja. Karena investasinya tidak akan kembali,” jelasnya.

Tapi hal ini langsung ditanggapi oleh Tim sinkronisasi Anies – Sandi, Marco Kusumawijaya. Baginya proyek reklamasi Teluk Jakarta tidak memiliki ijin sejak awal pembangunan.

Sehingga bagi pemerintah provinsi DKI Jakarta yang berencana menghentikan proyek. Tidak akan memberikan ganti rugi kepada para pengembang tersebut.

“Itu kita pikirkan. Tapi kalau anda melakukan sesuatu tidak sesuai koridor hukum anda tidak berhak meminta ganti rugi,” tegasnya.

“Misalnya gini kamu bawa narkoba terus ilang di jalan, kamu kalo lapor polisi malah ditangkep. yang saat ini sudah dibuktikan di ptun itu, banyak syarat tidak dipenuhi, tidak ada imb, perda zonasi. jadi kalau mereka menuntut akan kalah saya bilang,” tambahnya.

Bagi Marco hal ini merupakan bentuk pelajaran bagi para calon investor dalam menanamkan modalnya. Karena bila tidak sesuai ijin yang berlaku tentunya akan merugikan para investor tersebut.

“Pelajaran penting untuk kita, lain kali perijinan dulu harus ada baru jual, jangan jual barang yang tidak legal ya,” pungkasnya.