Anies : Jakarta Butuh Air Bersih Bukan Alkohol

Anies : Jakarta Butuh Air Bersih Bukan Alkohol

212
SHARE
Anies Bawedan

Majalahayah.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019), bukan karena apa yang telah diadukan dirinya pada masyarakat.

Kendati tidak mempermasalahkan aksi unjuk rasa tersebut, Anies Baswedan menerangkan masyarakat Jakarta saat ini lebih membutuhkan saluran air bersih, dibandingkan dengan penghasilan dari penjulan minuman alkohol.

“Saya rasa Jakarta lebih butuh air bersih, bukan air beralkohol. itu kebutuhan Jakarta hari ini,” ujar Anies Baswedan mengutip dari okezone saat ditemui di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan Jumat (8/3/2019).

Baca juga :   Mudahkan Investasi, DKI Jakarta Luncurkan Jakarta Investment Center

Diketahui, niat Anies untuk menjual saham perusahaan bir, yakni PT Delta Djakarta Tbk, tidak sejalan dengan DPRD yang merasa bahwa adanya saham bir tersebut tidak merugikan dan justru memberikan keuntungan sebesar Rp37 miliar pertahun.

Karena itu, Anies akan mengimbau kepada masyarakat untuk kembali mencari tahu lebih dalam kepada DPRD yang juga mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

“Kalau itu saya meminta pada warga saja untuk mereview caleg-calegnya, itu lebih penting,” terangnya.

Seperti diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi tidak setuju mengenai rencana pelepasan saham PT Delta Djakarta Tbk. Menurutnya, perusahaan bir tersebut tidak merugikan Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga :   Pertanyakan Anies Pakai Jersey Persija, Pengamat Politik : Harusnya Kepala Daerah Bersikap Netral

“Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah,” ucap Prasetyo di kantor DPRD DKI Jakarta belum lama ini.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus justru menyinggung mengenai saham Bank DKI. Ia menyebutkan di dalam saham itu juga terdapat riba di dalamnya, yang seharusnya dipikirkan oleh Anies Baswedan.

“Dulu pernah saya dengar, Bank DKI itu diajukan syariah. Karena kan ada riba juga, apa begitu pikirannya? Enggak ngelapor ke rakyat Pak Anies?” kata Bestari.