Anda Sering Mengomel? Langkah Awal Anak Belajar Mencela

Anda Sering Mengomel? Langkah Awal Anak Belajar Mencela

44
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Mungkin kita sebagai orangtua atau orang dewasa tidak menyadari setiap omelan dan keluhan kronis bentuk subtil kritik atau celaan. 

Kritik dan celaan hanya mengharapkan yang terburuk dari si anak dan tidak membantu mereka untuk lebih produktif. Hal ini disampaikan oleh Dorothy Law Nolte dalam buku Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya.

Mengingat anak-anak sangat mudah merekam kata yang sering diulang-ulang, maka Nolte sarankan agar lebih mengedepankan startegi daripada mengomel.

“Mengedepankan strategi itu dengan cara menetapkan rutinitas-rutinitas yang dapat diprediksi dengan eskpetasi yang masuk akal,” ujar Nolte dalam buku.

Ia pun menyarankan kepada orangtua salah satu cara sederhana namun efektif mengatasi kebiasaan “Jangan lupa”. 

“Kata dan makna jangan lupa adalah berhenti menekankan lupanya dan mulai menekankan pada kata ingat. Katakan kepada anak apa yang anda inginkan untuk dia ingat,” jelasnya.

Nolte contohkan seperti “ingat letakan kaus kakimu di Kerancang cucian dan ingat boneka ini tetap di dalam rumah”.

Dengan menciptakan nada yang bersifat menyemangati, Nolte katakan penting di semua umur dapat menciptakan perbedaan di dunia.

“Daripada mengomel dan mengeluh adalah cara yang tidak efektif untuk melakukan perubahan dan bukan model yang bermanfaat bagi anak-anak kita. Mengeluh hanya memfokuskan pada kesulitan, kekurangan, dan ketidakpuasan, bukan solusi,” tambahnya.

Jika para sahabat ayah menginginkan anak yang tangguh dan melihat dunia dengan prespektif positif maka jangan ajarkan mereka mengeluh didalam rumah.

“Menghindari menguh adalah pengganti untuk mengambil tindakan dan alih-alih mencoba membayangkan sebanyak mungkin solusi kreatif dan membuat anak-anak menghasilkan beberapa solusi kreatif juga,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY