Majalahayah.com, Jakarta –  Pada Minggu, (15/3/2020) lalu Presiden Jokowi menganjurkan untuk menjaga jarak sosial. Masyarakat di imbau untuk membatasi diri dalam kegiatan yang membutuhkan interaksi sosial guna mencegah penyebaran virus corona. 

Sedangkan, bagi anak-anak, imbauan ini diterjemahkan menjadi penutupan sekolah yang menjadi pusat tempat interaksi sosial. Sejumlah sekolah di beberapa daerah mulai menerapkan anjuran tersebut. Anak-anak diminta untuk belajar di rumah. 

“Anak-anak yang sehat berisiko lebih rendah dari penyakit serius atau kematian akibat coronavirus,” kata Dr. Tom Frieden, mantan direktur CDC dilansir dari CNN.

“Satu kabar baik adalah bahwa, tidak seperti dengan flu, anak-anak hingga usia 18 tahun kelihatannya tidak terlalu parah ketika terinfeksi Covid-19. Mereka dapat terinfeksi, tetapi infeksi fatal tampaknya sangat langka,” tambahnya. 

Sementara itu, koordinator respon virus Corona di Gedung Putih Amerika Serikat, Dr. Deborah Birx, menyatakan, para ahli belum tahu akan infeksi anak di bawah usia 20 tahun. Sebagai perbandingan kasarnya, dalam kasus influenza, anak-anak bisa menghasilkan dan menyebarkan sejumlah virus yang, cukup besar.

Bagi orang tua, langkah dan perencaan yang matang sangat diperlukan. Mengingat pembatasan sosial untuk anak-anak sangat sulit untuk dilakukan. 

Para ahli menyarankan, jika anak-anak ingin bermain, sebaiknya mereka berjarak tidak terlalu jauh dari rumah. Setelah itu, segera cuci tangan dengan air yang mengalir selama 20 detik atau lebih atau menggunakan hand sanitizer. 

Jika memungkinkan, Anda juga bisa melakukan aktivitas di luar ruangan seperti bersepeda atau mendaki, dimana peralatan dipakai sendiri-sendiri dan jarak antar setiap orang bisa diatur dengan mudah. 

Selain itu, aktivitas luar rumah dinilai menurunkan stres, menyediakan paparan sinar matahari yang cukup, dan memperbaiki pola tidur, yang pada dasarnya memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda mengatur waktu bermain di dalam rumah, gunakan tisu sanitasi untuk membersihkan seluruh permukaan yang mungkin disentuh oleh anak, seperti tembok, saklar lampu, pegangan pintu, penutup toilet, seluruh mainan, dan juga kontroller gim dan remote TV. Jika Anda mengundang anak-anak lain (yang menurut ahli tidak dianjurkan diatas 3 orang), Anda perlu menggunakan tisu sanitasi lagi ketika mereka sudah pulang.

Bagaimana dengan restoran, bioskop, atau toko?

Menurut Dr. William Schaffner, ahli penyakit menular dari Vanderbilt University, merupakan keputusan yang buruk. Ia menyarankan, untuk memperhitungkan kapan waktu yang baik untuk pergi keluar. Ini diperlukan untuk tetap menerapkan social distance.

Pada akhirnya, para ahli mengatakan, semuanya tergantung pada bagaimana keluarga tersebut bisa mengambil resiko. Tetapi ketika Sobat merenungkan bagaimana mengatur kegiatan di rumah bersama anak-anak untuk beberapa minggu ke depan, perlu diingat bahwa dampak keputusan Sobat bisa mempengaruhi orang di luar keluarga Sobat.