Anak Pertama Iri dengan Adiknya? Ini Cara Terbaik Orangtua dalam Pola Pengasuhan

Anak Pertama Iri dengan Adiknya? Ini Cara Terbaik Orangtua dalam Pola Pengasuhan

199
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Sumber ketakutan riil dalam kehidupan anak terdapat banyak sekali yang benar-benar mengejutkan bagi orangtuanya. Hal tersebut telah dituliskan oleh Dorothy Law Nolte dan Rachel Harris dalam buku “Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya” mengatakan bahwa anak bisa benar-benar takut dengan benda-benda yang dapat di hadapi dengan tenang oleh orang dewasa.

Menyampaikan seorang anak bisa menjadi ketakutan akibat perubahan frasa yang tampak biasa saja,  Rachel contohkan dalam tulisannya bahwa ada seorang anak dengan usia tiga tahun melontarkan pertanyaan kepada ibunya, “Ibu, apakah ibu benar-benar akan hancur berkeping-keping?”.

Kata-kata tersebut, Rachel katakan ialah kalimat yang disampaikan oleh ibunya kepada bibinya dan tidak sengaja terdengar oleh sang buah hati.

“Terkadang seorang anak kecil menangkap pembicaraan secara harfiah, dan anak tersebut perlu penjelasan ibunya tentang maksud kata-kata itu bersama pelukan hangat,” tulis Rachel.

Menegaskan apapun alasannya, jika anak merasa ketakutan, Rachel tuturkan situasinya perlu dianggap serius. Ketakutan itu ada di mata orang yang melihat dan kita perlu melihat dunia dari perspektif anak.

“Jangan sampai saat anak sedang ketakutan kita melontarkan kata-kata tajam seperti ‘jangan bodoh’, ‘itu bukan apa-apa’, ‘dewasalah!’, hingga ‘jangan seperti banci’. Kata tersebut hanya dapat mengecilkan anak, membuat ketakutannya terpendam dan terus tumbuh,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai disitu, di dalam komunitas Parenting, Rachel menjawab salah satu pertanyaan orangtua untuk mengetahui perbedaaan antara anak yang ketakutan dan anak yang hanya menginginkan perhatian.

“Anda tidak akan pernah tahu. Orangtua seharusnya tidak terlalu khawatir dimanipulasi oleh kebutuhan-kebutuhan emosional anaknya. Kebutuhan anak akan perhatian sama sahnya dengan kebutuhan akan makanan dan tempat tinggal,” jawab Rachel.

Menceritakan salah satu pengalaman sebuah keluarga yang baru pindah rumah dengan memiliki dua orang anak. Sambung Rachel, anak pertama ialah Adam siswa baru prasekolah dan memiliki seorang adik perempuan yang baru lahir.

Kelahiran putrinya merupakan hal yang membahagiakan bagi kedua orangtuanya, namun tidak bagi Adam. Ia menilai orangtuanya telah menandai berakhirnya kehidupan yang pernah dikenalnya.

“Ia merasa dunianya jungkir balik. Pada suatu malam, ketika ibunya sedang ke luar, Adam mendatangi ayahnya dengan sebuah permintaan yang tidak biasa. Adam katakan ‘aku ketakutan, lindungi aku’. Ayahnya bisa saja berkata ketus agar adam dapat mandiri, namun hal tersebut tak berlaku bagi ayah Adam,” tulisnya.

Rasa ketakutan yang dirasakan Adam, ayah meminta agar adam merapat bersama-sama dengan kata-kata yang memahami dan kedekatan fisik memberikan ketenangan yang dibutuhkan untuk melalui saat sulit.

“Orangtua secara ajaib dapat menyingkirkan ketakutan anak-anak yang lebih tua, oleh karena itu bijaklah dalam mengambil keputusan untuk sang buah hati, karena akan menuai dampak hingga mereka dewasa,” tukasnya.

LEAVE A REPLY