Anak Emosi? Pentingnya Orangtuanya Menjadi Tempat Curahan Hati si Kecil

Anak Emosi? Pentingnya Orangtuanya Menjadi Tempat Curahan Hati si Kecil

93
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Tak hanya orang dewasa yang mengalami perubahan emosi, penting diketahui bahwa anak-anak pun demikian. Mereka mengetahui rasa senang, bosan, sedih, cemas, kecewa dan takut. Perubahan emosi antara anak-anak dengan dewasa tentu jauh berbeda.

Dilansir dari Dream, bahwa orang dewasa sudah memiliki kematangan psikologis sehingga sudah tahu cara mengontrol emosi yang tepat.

Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

“Tanpa keterampilan mengelola emosi, anak bisa melakukan perilaku negatif dan tak terkontrol. Mereka bisa mengalihkannya pada alkohol, narkoba bahkan makan berlebihan,” ujar Amy Morin, seorang psikolog anak.

Kemampuan mengelola emosi dengan sehat, pada dasarnya seperti pesan yang berisi “saya merasa di luar kendali sehingga saya akan bertindak di luar kendali” . Misalnya, jika anak merasa stres dengan sekolah barunya, apakah orangtua akan mengajarkan keterampilannya untuk mengelola stresnya dengan baik atau memberitahunya bahwa ia dapat pindah ke sekolah lain?

Hal pertama yang bisa diajarkan adalah mengajarkan anak mengenali emosinya. Apakah ia tertekan, sedih kecewa, tersudut atau perasaan lain. Pastikan si kecil tahu hal yang sedang dirasakannya.

” Hanya dengan mengucapkan, ” aku marah,” atau ” aku gugup,” dapat membantu menghilangkan emosi yang tidak nyaman. Berikan anak bahasa yang ia butuhkan untuk menggambarkan perasaannya dengan membaca buku, melihat poster ” perasaan wajah” , atau berbicara tentang emosi,” ungkap Morin.

Ajarkan juga latihan pernapasan. Napas yang lambat dapat membantu anak-anak menenangkan pikiran dan tubuh mereka.

” Salah satu cara untuk mengajar anak-anak melakukan hal ini adalah dengan mendorong mereka untuk mengambil ” nafas gelembung.” Beri tahu anak Anda untuk menarik napas dalam-dalam melalui hidungnya dan kemudian bernapas perlahan melalui mulut seolah-olah dia sedang mencoba meniup gelembung dengan tongkat,” kata Morin.

Saat buah hati sedang gugup, panik, marah atau kesal, minta ia ‘bernapas gelembung. Ajarkan juga anak untuk merelaksasi tubuhnya, misalnya saat sedang sedih dalam kondisi berdiri, coba posisi duduk. Jika sedang duduk coba berbaring.

Anak pasti akan mengerti dengan cepat jika diajarkan. Hal ini akan sangat berguna bagi kesehatan mentalnya.

LEAVE A REPLY