Anak Beralih ke Gadget, Dampak Bahasa Cinta yang Tidak Nyambung

Anak Beralih ke Gadget, Dampak Bahasa Cinta yang Tidak Nyambung

182
SHARE
Ilustrasi. Foto : nusakini.com

Majalahayah.com – Orangtua kerap kali tidak memperdulikan bahasa cinta yang disampaikan oleh anaknya. Sang anak pun menjadi tidak mendapat pujian seperti yang ia harapkan.

Padahal, sudah fitrah seorang anak mendapatkan pujian atas bahasa cinta yang ditunjukkannya pada orangtua. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Praktisi Parenting, Irwan Rinaldi (Ayah Irwan) bahwa bahasa cinta yang tak nyambung yakni ketika orangtua tidak memberikan afirmasi atau pujian kepada bahasa cinta anaknya.

Ia menuturkan anak perlu di apresiasi atau dipuji ketika ia menunjukkan bahasa cintanya, seperti ketika mengambilkan segelas air minum untuk sang ibu yang sedang kehausan. Jika tidak, Ayah Irwan meminta para orangtua jangan salahkan anak ketika bersikap cuek.

“Ketika bahasa cinta gak nyambung, anak akan mencari bahasa cinta yang bersambung seperti beralih ke games, latop, tv dan lainnya,” kata Ayah Irwan dalam kajian parenting yang diselenggarakan oleh AQL Islamic Center di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017).

Baca juga :   Demi Masa, Inilah Perjalanan Panjang Seorang Ayah

Dalam game online sendiri, lanjut dia, ada berbagai afirmasi berupa tulisan congratulations ketika memenangkan permainan atau suara tepuk tangan saat berhasil ke stage berikutnya.

Ayah Irwan juga mengatakan menurut penelitian, Indonesia dalam kondisi yang sangat gawat karena anak menghabiskan waktu hingga 15 jam sehari untuk bermain game. Hal tersebut menurutnya lantaran orangtua sering tidak jeli melihat bahasa cinta anak.

“Anak membutuhkan dari ayahnya tiga hal, cintai anakmu, latih anakmu dan jadikan kau model dari anakmu,” terangnya.

Pelampiasan anak yang tidak mendapat respon dari bahasa cintanya kepada orangtua, kata Ayah Irwan, akan lebih berbahaya jika anak memiliki teman yang tidak baik.

Baca juga :   Berikan Kesan Kepada Anak-anak, MODIS Berikan Bingkisan dan Acara Pelepasan Lampion

Ia pun meminta orangtua jangan menyalahkan anak ketika sudah beralih ke gadget. “Urus substansi, perbaiki tangki cinta (anak) ayah bunda. Apa kau sudah melihat tangki cinta anakmu? Dia punya tangki cinta tapi kosong, gak pernah diisi,” sebutnyam

Ayah Irwan menjelaskan tangki cinta anak itu kecil dan sering tidak diisi sehingga harus terus diisi. Kondisi demikian diketahui ketika anak sering menunjukkan sikap ingin dekat-dekat dan mencuri perhatian orangtuanya apabila tangki cinta mereka kosong.

“Ungkapkan perasaan kasih sayang kepada anak 5-10 kali dalam sehari. Efek afirmasi itu sangat kuat terhadapnya,” pungkas Ayah Irwan