Anak Balita Lakukan Tindakan Kekerasan Terhadap Adiknya, AILA Tak Benarkan Dugaan Masyarakat

Anak Balita Lakukan Tindakan Kekerasan Terhadap Adiknya, AILA Tak Benarkan Dugaan Masyarakat

184
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Anak usia balita belum mengetahui mana yang benar dan salah, belum bisa berpikir dalam mengambil suatu keputusan, hal tersebut dipaparkan oleh Dinar Dewi Kania selaku Ketua Bidang Kajian Aliansi Cinta Keluarga (AILA) saat dihubungi Majalahayah.com terkait beredarnya cerita tentang anak laki-laki usia 4 tahun membunuh adik perempuannya yang masih bayi.

Menurut salah satu pendapat masyarakat berinisial MW yang di publikasikan pada 12 Maret 2018 melalui akun media sosial, menyatakan permasalahan tersebut diduga maraknya omongan para tetangga.

“Dari saat sang ibu masih hamil, orang-orang pada bilang sama si abang (anak laki-laki umur 4 tahun) bahwa bapak dan ibu kamu udah ga sayang sama kamu lagi, kan sudah ada adik baru, karena terus menerus mendengar hal itu takut di buang sama orang tuanya, terjadilah hal tersebut,” terang MW di media sosial.

Baca juga :   6 Rekomendasi Cara Melindungi Anak ala Kak Seto

Namun dari pernyataan tersebut tidak dibenarkan oleh AILA. AILA menilai hal tersebut terjadi bukan karena dendam tapi mencontoh.

“Jadi kemungkinan dia lompat-lompat ke dada adiknya bukan karena perasaan dendam atau ingin adiknya tidak ada, karena usia segitu masih fitrah. Tapi kemungkinan mencontoh dan tidak tahu efek bahayanya jika dilakukan kepada bayi kecil,” papar Dinar.

Baca juga :   Unicef Peringatkan Bahaya Kematian Anak, Buntut di Putusnya Pasokan Air Penduduk Aleppo

Pengawasan orang tua dinilai sangat penting menurut Dinar, jika orang tua lemah dalam pengawasan pada anak usia balita, hal ini akan menimbulkan bahaya untuk dirinya atau orang lain.

Diakhir percakapan, Dinar memberikan solusi upaya meminimalisir peristiwa serupa tak terjadi kembali.

“Pertama, hindari balita melihat adegan-adegan yang berbahaya dan kejam, kedua, pengawasan intensif dari orang tua atau orang dewasa karena usia segitu balita belum mengenali resiko, dan yang terakhir, mulai diperkenalkan tentang resiko-resiko dan bahaya jika ia melakukan pekerjaan yang unsafe dan berpotensi mengundang kecelakaan. caranya dengan diingatkan terus menerus,” pungkasnya.