Anak atau Orangtua yang Harus Kontrol Emosi?

Anak atau Orangtua yang Harus Kontrol Emosi?

63
SHARE
anak dan orang tua (Dok : Twitter)

Majalahayah.com, Jakarta – Tingkah laku anak memang menggemaskan dan sangat menguji kesabaran. Sikap polosnya serta ingin tahunya yang tinggi menyebabkan level emosi naik turun dan meledak kapan saja. Naasnya bentakan, teriakan atau ancaman kerap keluar dari mulut demi membuat si kecil bersikap lebih tenang.

Atas alasan diatas, salah satu pekerjaan paling sulit saat menjadi orangtua adalah mengontrol emosi. Banyak yang menyalahkan atau mengancam anak saat mengalami kemarahan. Seperti mengucapkan ” mama marah yah kalau adik/kakak berantakin kamar” .

Padahal hal ini sangat tidak tepat, karena menyalahkan orang lain atas emosi yang dialami. Padahal justru sebagai orangtua kita harus mencontohkan bagaimana mengontrol emosi dalam situasi yang paling menyebalkan sekalipun.

Baca juga :   Risau Usia 30 Belum Hamil? Ini Kebiasaan yang Harus di Hilangkan

” Ini seperti membuat anak bertanggung jawab atas emosi yang dirasakan orangtuanya. Ini tentu saja beban besar yang harus ditanggung seorang anak. Kedua, itu mengajarkan mereka menyalahkan atas emosi yang dirasakannya pada orang lain. Padahal yang paling tepat adalah mengontrol emosinya sendiri,” kata Kristen Race, psikolog dilansir dari dream.

Daripada mengatakan pada anak ” kakak/ adik sudah bikin mama marah,” ganti dengan kalimat ini ” mama sedang marah sekarang, adik/kakak jangan dekat, mama perlu menenangkan diri” .

Baca juga :   Pakar Parenting : Pentingnya Manajemen Emosi dalam Rumah Tangga

Hal terpenting adalah jangan menyalahkan orang lain atas apa yang kita rasakan. Emosi sepenuhnya kita yang mengendalikan dan bukan ‘disetir’ orang lain.

” Anak butuh mengerti hal tersebut, mereka perlu belajar mencari tahu pemantik emosinya dan cara menonaktifkannya. Bukan menyalahkan orang lain,” ungkap Race.

Bukan hal mudah untuk mengubah hal ini. Untuk itu, orangtua perlu belajar mengontrol emosi saat menghadapi anak. Baru kemudian mencontohkan pada mereka bagaimana menstabilkan level emosi agar suasana rumah jadi kondusif.