Anak Anda Tidak Kritis? Perhatikan 4 Aspek Penting Kecerdasan Esensial

Anak Anda Tidak Kritis? Perhatikan 4 Aspek Penting Kecerdasan Esensial

27
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Kecerdasan esensial anak di masa depan sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Dalam meraih kecerdasan tersebut memang bukanlah perkara yang mudah bagi para orang tua. Najelaa Shihab sebagai pemerhati pendidikan, menyampaikan bahwa terdapat aspek-aspek penting yang berkaitan dengan kecerdasan esensial di masa depan.

1. Anak yang mampu bersikap kritis

Berpikir sebelum bicara, menulis, menayangkan pesan. Itu lah dasar bersikap kritis ala Najelaa Shihab. Selanjutnya, anak banyak bertanya, memeriksa apa yang dibaca, didengar, dan dilihat.

“Orang tua yang ingin menumbuhkan sikap kritis anak tidak bisa sekedar melarang dan berkata tidak tanpa menjelaskan alasan atau membantu meluruskan tindakan yang tidak tepat,” ungakap Najelaa.

Baca juga :   Berkuda, Bantu Anak Semakin Cerdas

2. Anak yang memperaktikkan keamanan

Bertanggung jawab dengan menghormati privasi, reputasi dan etika. Bahkan sejak dini, anak perlu dibiasakan menggunakan alat bermain dan belajar dengan baik tanpa merusak dan menggangu teman.

“Orangtua perlu selalu mencontohkan hal ini, termasuk misalnya dengan tidak memalsukan usia anak saat menggunakan aplikasi digital,” imbuhnya.

3. Anak yang mampu kalaborasi

Kesuksesan dalam banyak profesi saat ini, terlebih lagi dimasa depan, akan diraih oleh yang bisa bekerja sama dan saling menjaga untuk mencapai tujuan. Anak perlu mengenali dan mengunakan berbagai sumber daya. Misalnya crowd sourcing berbagai daya penting untuk menyelesaikan tugas dengan efisien, menghasilkan karya yang mengintegrasikan berbagai keahlian.

Baca juga :   Cara Efektif Orangtua Menjadi Idola Sang Anak Ala Kak Seto

“Anak perlu keterampilan sosial yang baik termasuk dalam situasi sulit, misalnya dengan tidak diam saat melihat teman dirisak (bully). Anak perlu dilatih menunjukkan integritas, termasuk untuk teguh pada kesepakatan soal jadwal dan materi yang boleh ditonton, dimainkan dan didengarkan walaupun ada tekanan kelompok yang tidak mendukung,” ungkapnya.

4. Anak perlu menunjukan kreativitasnya

Saat ini begitu banyak kesempatan bagi anak untuk belajar serta berbagai minat dan keahlian. Anak perlu mencoba banyak strategi baru, mendalami minat dalam periode yang cukup lama.

“Ketekunan perlu dilatih dan anak juga perlu belajar mengapresiasi kreasi orang lain, misalnya dengan tidak berpura-pura membuat sesuatu yang bukan karyanya,” tukas Najelaa.