All Out Amankan Mudik, Polda Banten: Ingin Masyarakat Gembira Hingga Tujuan

All Out Amankan Mudik, Polda Banten: Ingin Masyarakat Gembira Hingga Tujuan

25
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Ciptakan kenyamanan bagi pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatra, Polda Banten, mengerahkan sebanyak 2.866 personel dalam Operasi Ketupat Kalimaya 2018.

Demikian disampaikan Kepala Biro Operasi Polda Banten Kombes Hermansyah dalam Forum Merdeka Barat (FMB) dengan tema “Puncak Mudik 2018 Guyub, Aman, dan Nyaman” di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Disampaikan Hermansyah, ribuan personel yang dikerahkan tersebut berasal dari jajawan polda Banten. Khusus untuk Pelabuhan Merak, dia menambagkan, mulau dari gerbang tol Merak, ada sekitar 500 personel dari Polda Banten dan polres setempat yang berjaga di sejumlah pos pengamanan dan pengaturan.

“Kami betul-betul all out jangan sampai kenyamanan pemudik terusik. Kami ingin mereka gembira sampai tempat tujuan,” katanya.

Khusus untuk pengamanan demi mengantisipasi dan mendeteksi kemungkinan adanya pihak-pihak yang hendak mengganggu stabilitas, Hermansyah menjelaskan, pihaknya menempatkan personel Brimob Polda Banten dan juga anggota kepolisian yag tidak berseragam.

“Sedangkan di setiap kapal ditempatkan dua personel dari Polair untuk jaga rasa tenang dana aman di kapal,” katanya.

Upaya menciptakan kenyamanan dan keamanan, menurut Hermansyah, digelar sejak sebelum digelarnya Operasi Ketupat Kalimaya 2018. Yakni, kata dia, melalui sejumlah rakor dengan instansi terkait untuk menyamakan persepsi dan cara tindak yang tepat.

Baca juga :   KontraS Lihat Pasal Penghinaan Presiden Bentuk Ancaman Kebebasan Berekspresi

Diketahui, jalur mudik menuju Sumatra melalui jalur darat dbagi menjadi dua wilayah hukum. Yakni,, Tangsel dan Tangerang Kota, masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sedangkan Tangerang Kabupaten sampe Cilegon masuk wilayah hukum Polda Banten.

Terkait itu, Hermansyah mengatakan, ada dua jalan yang digunakan pemudik tersebut. Yakni, kata dia, jalan tol Tangerang-Merak yang dikelola PT MMS.

“Untuk jalur tol itu, titik-titik macet tidak terlalu signifikan. Berdasarkan pengalaman selama ini, hanya dua titik. Yaitu, pintu Tol Cikupa, yang sudah diperbanyak sampai tujuh pintu. Dan di pintu keluar, yaitu pintu Tol Merak. Jika setiap hari hanya tiga loket, khusus Lebaran dibuka empat loket. Itupun bias ditambah menjadi tujuh. Tergantung situasi. Kalau macet cukup panjang PT MMS yang membukanya,” tuturnya.

Sedangkan unuk jalur arteri nontol, Hermansyah mengatakan, ada beberapa titik macet. Khususnya, kata dia, akibat adanya pasar. Khususnya pasar tumpah yang acap terjadi pada arus mudik.

“Tapi untuk mengantisipasi, sudah tempatkan anggota Lalu Lintas dan polres berseragam. Selain itu digunakan pula peralatan tolo-tolo untuk batasi pedagang yang menggunakan bahu jalan, dan parkir yang mengganggu lalin. “Ini upaya untuk memperlancar lalu lintas di dua jalur yang ada,” katanya.

Sedangkan untuk kawasan Merak, Hermansyah menuturkan, melalui kerja sama dengan ASDP, titik pertemuan yang krusial telah dikelola. Sehingga pusat kemacetan yang parah, yaitu di persimpangan di depan kantor KSKP, pintu masuk pelabuhan, rel KA, dan putaran tidak lagi terjadi.

Baca juga :   Ini Faktor Pemberat dan Peringan Vonis Hakim pada Ahok

“Beberapa tahun yang lalu, macet karena sepeda motor masuk lewat situ. Padahal sudah croudite.. Itulah sebabnya, kami mencari cari cara supaya roda dua tidak ketemu bis dan truk. Yakni, sepeda motor tidak masuk loket biasa, tapi belok ke terminal TTM dank ke Dermaga 6,” ujarnya.

Lebih dari itu, Hermansyah mengungkapkan, tahun lalu pemusatan kendaraan roda dua ke Dermaga 6, tapi tidak efektif karena masa tunggu lama sekali. Dan, kata dia, menimbulkan emosi pengendara roda dua.

“Tapi tahun ini jauh lebih pendek. Mereka tidak menunggu terlalu panjang, paling lama 1 jam, karena Polri berkoordinasi dengan ASDP dan memberlakukan strategi baru, yakni setelah dikumpulkan, pengendara motor disekat di Dermaga 6, kemudian dibagi ke dermaga-dermaga yang ada.

Turut hadir sebagai narasumber FMB 9 kali ini antara lain Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Dharmawan Prasodjo, Kepala Sub Direktorat Angkutan Orang Kemenhub Syafrin Liputo, Direktur Utama Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ira Puspadewi, dan GM Marketing Operation Region III Pertamina Erry Widiastono.