Foto : Ilustri Google

Majalahayah.com, Jakarta – Permen memiliki cita rasa yang manis bahkan unik, hingga permen disukai banyak orang, terutama anak-anak. Meski begitu, kita harus membatasi konsumsi permen. Sebab, ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa permen dapat menyebabkan batuk.

Batuk merupakan respon tubuh untuk membersihkan tenggerokan yang gatal atau berlendir. Penelitian yang dilakukan di Istanbul, Turki, dalam buku Buka Fakta 101 Mitos Kesehatan,menemukan hubungan antara tingginya konsumsi permen dengan resiko batuk-batuk akibat alergi(allergic rhinitis).

Masih dalam penelitian yang sama, anak-anak yang mengonsumsi buah-buahan cenderung jarang batuk. Kandungan gizi dalam buah-buahan mampu melindungi sistem kekebalan tubuh, sehingga batuk-batuk pun jarang menyerang.

Permen mengandung gula sederhana dalam jumlah besar yang dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukan bahwa konsumsi gula sederhana dalam jumlah besar berkaitan penurunan fungsi sel darah putih dari sistem kekebalan tubuh dalam membunuh kumat penyakit. Akibatnya, kita lebih rentan terkena infeksi di tenggorokan yang menyebabkan batuk atau lebih sulit sembuh saat sudah menderita batuk.

Selain itu, permen juga bisa merusak kesehatan gigi. Sebab sisa gula yang menempel di gigi dan tidak dibersihkan dengan baik bisa berubah menjadi bakteri yang akhirnya merusak enamel gigi dan menjadikannya lubang di gigi