Majalahayah.com, Jakarta – Anak yang sulit diatur menjadi masalah tersendiri bagi orang tua. Terlebih, jika sang buah hati aktif dan lincah. Karena itu, Sobat perlu mengajarinya dengan ilmu disiplin.

Hukuman biasanya jadi ‘senjata’ andalan orangtua agar anak bisa lebih nurut. Namun, sebenarnya ada yang lebih efektif dan mengena bagi anak, yaitu konsekuensi. Cara ini adalah dengan membuat dampak langsung pada sikap negatif anak.

Misalnya, tidak membereskan alat tulisnya maka akan berserakan dan hilang. Jangan membantu mencari, biarkan anak mencari solusi. Hal ini akan membuat anak belajar dari kesalahan.

” Konsekuensi tidak dimaksudkan untuk membuat anakmerasa terhina, malu, atau tidak dicintai. Tetapi harus membuat mereka menyadari bahwa perilaku mereka ada dampaknya,” kata Amy Morin, seorang pakar pengasuhan anak seperti dikutip dari Dream.

Konsekuensi Positif dan Negatif

Lalu bagaimana cara menerapkannya? Hal yang paling mendasar harus dilakukan adalah konsisten. Konsekuensi positif dan negatif hanya berfungsi jika mereka diberikan secara konsisten.

“Jika ibu mengambil mainan anak hanya sekali saat bertengkar dengan saudaranya, itu tak aka membuatnya belajar. Lakukan setiap anak memukul atau bersikap kasar. Konsistensi adalah kunci untuk membantu anak belajar bahwa mereka dapat mengontrol dirinya dari sikap buruk,” kata Morin.

Perhatian Positif

Berikan juga banyak perhatian positif. Hubungan yang sehat dengan anak-anak adalah pondasi yang diperlukan untuk disiplin. Jika anak-anak menghormati, konsekuensinya akan jauh lebih efektif.

“Pastikan memberi perhatian yang fokus selama 15 setiap hari. Semakin banyak berinvestasi dalam waktu untuk memperhatikan anak, si kecil akan makin mengerti dengan konsep disiplin dan pengasuhan yang diterapkan orangtuanya, begitu juga sebaliknya,” ungkap Morin.

Jangan Ditunda

Berikan juga konsekuensi segera saat anak bersikap buruk. Jangan menundanya. Konsekuensi langsung akan memastikan anak-anak mengingat mengapa mereka mendapat masalah sejak awal.

“Jika ditunda, mereka cenderung lupa aturan apa yang mereka langgar,” kata Morin.