Agum Gumelar Sebut Teknologi Bisa Seret Anak Muda Menuju Tindakan Negatif

Agum Gumelar Sebut Teknologi Bisa Seret Anak Muda Menuju Tindakan Negatif

129
0
SHARE
Agum Gumelar

Majalahayah.com, Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang demikian pesat dan telah menjadi fenomena global sehingga mempengaruhi semua sektor kehidupan, hal ini disampaikan oleh Agum Gumelar bahwa tak hanya sekedar itu, teknologi digital mampu mengubah gaya hidup masyarakat yang ingin mendapatkan layanan serba cepat.

“Perkembangan cepat teknologi digital mempengaruhi semua sektor kehidupan seperti Ekonomi, Politik, hukum, budaya, SDM, Tenaga kerja dan pendidikan, Layanan Politik, pertahanan dan Keamanan, seperti halnya jaman kita dahulu masih ada tukang antar surat, sekarang? Semua sudah menggunakan SMS dan WhatsApp,” tuturnya dalam seminar Penguatan Karakter di Era Digital di Cilodong, Jawa Barat (18/07/2018).

Menyatakan bahwa lahirnya media sosial seperti aplikasi Facebook, Instagram, YouTube dan Twitter tak diberikan pendidikan dalam penggunaannya, oleh karena itu, lanjut Agum banyak masyarakat yang salah mengartikannya manfaat media sosial.

“Media sosial itu sudah saya ibaratkan sebagai pasport individu seseorang, karana setiap karakter individu dapat terlihat dari dunia sosialnya,” tambahnya.

Meskipun terdapat nilai positif dalam penggunaan media sosial, lanjut Agum, pemakaian media sosial begitu meluas sehingga tidak dapat terkontrol, sehingga lebih banyak point negatif, terlebih pada anak.

“Diantaranya menyeret anak muda melupakan kewajiban belajarnya, digunakan kelompok radikal pengaruhi anak muda, sebarkan berita untuk merusak nilai-nilai budaya, sebarkan berita bohong sehingga merusak persatuan bangsa, dan yang paling berbahaya bagi anak adalah konten pornografi dan tindakan bullying serta kekerasan,” tegasnya.

Staf Ahli Bidang Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Arie Budhiman menyampaikan bahwa anak layak dikasih gawai pada saat usia 14 tahun karena orang tua perlu memberikan pendidikan terlebih dahulu agar anak bisa terkontrol dengan baik saat menggunakan gawai.

“Lebih baik anak diberikan buku bacaan, karena kita mengetahui batasan buku tersebut,” tuturnya.

Diakhir kata, Agum sampaikan bahwa anak-anak Indonesia adalah generasi muda, pewaris dan penerus republik. Oleh karena itu, Agun sampaikan di saat momentum era globalisasi kita harus memenuhi tiga syarat.

“Nasionalis yang kuat, cinta tanah air, SDM yang memiliki daya saing dan disiplin yang tinggi mutlak dimiliki oleh segenap anak bangsa agar tercipta Law abiding citizen dan law abiding society,” tukasnya.

LEAVE A REPLY