Ada yang Merasa Paling Pintar, Bagaimana Menurut Rasulullah SAW?

Ada yang Merasa Paling Pintar, Bagaimana Menurut Rasulullah SAW?

65
SHARE
Ilustrasi orang pintar. Sumber www.massolutions.biz

Majalahayah.com – Masyarakat sering disuguhkan dan dihadapkan dengan situasi interaksi dimana ada konflik, perdebatan atau dari kehidupan sehari-hari sampai di kancah perpolitikan negeri ini. Dimana masing-masing saling menonjolkan diri, saling menyalahkan, dan saling merasa paling pintar sendiri.

Padahal mereka orang-orang yang berintelektual, berpendidikan tinggi, profesor, para pakar dan bahkan lulusan pendidikan luar negeri. Apakah mereka yang disebut orang pintar atau orang paling pintar sekalipun?

Sementara masyarakat memandang kepribadian dan sikap mereka tidak membuat orang-orang menjadi simpatik dan tak ubahnya anak-anak di sekolah berebut mainan dengan ego masing-masing. Seringkali pandangan kita tentang orang yang pintar itu bertentangan dengan ciri-ciri dan tak menandakan orang pintar menurut persepsi masyarakat pada umumnya.

Baca juga :   Rela di Amputasi, Pesepeda Asal Gaza Pupus Harapan Kibarkan Bendera Palestina di Asian Games 2018

Lalu, Sebenarnya siapa orang pintar menurut Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam?

Syaddad bin Aus mengatakan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
“Orang pintar adalah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri dan beramal untuk kepentingan akhirat nanti. Dan orang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya tetapi berharap – harap terhadap Allah.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Thabrani).

Umar bin Khattab radhiyallaahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam, tiba – tiba muncul seorang sahabat Anshar. Setelah mengucap salam kepada beliau, ia bertanya : “Ya Rasulullah, siapakah orang mukmin yang terbaik ?”
Beliau menjawab : “Yang paling baik akhlaqnya.”
Kemudian ia bertanya lagi : “Siapakah orang mukmin yang paling pintar ?”
Beliau menjawab : “Yang paling sering ingat kematian dan yang punya persiapan terbaik untuk menyambut apa yang terjadi sesudahnya. Mereka itulah orang yang paling pintar.” (HR. Thabrani dan Ibnu Majah).

Baca juga :   Renungan Kisah Inspiratif : Pertanyaan Ayah dan Anak tentang Burung Gagak

Ciri-ciri atau tanda tersebut memang sesuai dengan apa yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW tersebut. Banyak orang yang mempunyai gelar yang tinggi, Namun tersangkut kasus korupsi dan berperangai buruk lainnya. Sebab mereka tidak pernah mengoreksi diri sendiri dan beramal untuk kepentingan akhirat. Serta mereka jarang mengingat kematian. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang pintar dan yang paling pintar seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW tersebut. Aamiin.