Aa Gym, Keteladanan dan Amanah Daarut Tauhid

Aa Gym, Keteladanan dan Amanah Daarut Tauhid

993
SHARE
KH. Abdullah Gymnastiar. (Sumber www.nasional.in)
Foto : KH. Abdullah Gymnastiar. (Sumber www.nasional.in)

Majalahayah.com – Aa Gym lahir pada hari senin tanggal 29 Januari 1962 dengan nama lengkap Yan Gymnastiar, beliau adalah putera tertua dari empat bersaudara pasangan letnan kolonel (letkol) H. Engkus Kuswara dan Ny. Hj. Yeti Rohayati. Saat ini Aa Gym memakai nama lengkap Abdullah Gymnastiar agar lebih islami. Begitupun saudara kandung lainnya : Abdurrahman Yuri, Agung Gunmartin, dan Fathimah Genstreed.

Aa Gym lahir dari keluarga yang dikenal religius dan disiplin, meskipun religius tetapi pendidikan agama yang ditanamkan oleh orang tuanya sebenarnya sama dengan keluarga lain pada umumnya, akan tetapi disiplin ketat namun demokratis telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pola hidupnya sejak kecil, karena ayahnya adalah seorang perwira angkatan darat.

Aa Gym memimpin santrinya untuk mengambil peran tim kebersihan saat aksi damai 411, Jakarta 4/11/2016.
Foto : Aa Gym memimpin santrinya untuk mengambil peran tim kebersihan saat aksi damai 411, Jakarta 4/11/2016.

Sebagai putera seorang tentara, dia bahkan pernah diamanahkan menjadi komandan resimen mahasiswa (menwa) Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani, Bandung. “Disini kepanduan namanya, disiplin tidak selalu berbentuk militerisasi, kami disini menegakkan disiplin tanpa kekerasan dan kekasaran, tidak ada kekuatan tanpa disipin” ujar Aa seperti dikutip harian Kompas (22/06/2000). Dan ternyata kekuatan yang semacam inilah yang justru membuat dirinya dan dua orang adiknya memiliki rasa percaya diri, mampu hidup prihatin, pantang menyerah, da kental dengan rasa kesetiakawanan.

Pada masa mudanya, selain menuntut ilmu dan aktif berorganisasi, Aa Gym juga memiliki kegemaran berdagang. Dialah yang memelopori pembuatan stiker-stiker barsablon yang menunjukkan kekuatan dan keindahan Islam, dia juga pernah berjualan minyak wangi. Seraya tertawa dia bercerita, pernah seharian suntuk ia membersihkan botol-botol minyak gosok PPO untuk diisi minyak wangi hasil racikannya.

Seluruh hasil kerja Aa Gym akhirnya membuahkan hasil, dia kemudian dapat membeli 1 unit mobil angkutan kota (angkot) dan kadang-kadang dia yang menjadi supirnya. Jika ada acara wisuda, dia menjual baterai dan film, selain itu juga kadang-kadang dia mengamen dari satu rumah makan ke rumah makan lainnya. “Sebenarnya tujuan saya mengamen ini bukan untuk mencari uang, melainkan ingin berlatih dalam berhadapan dengan orang lain, tapi ya lumayan juga dapat uang” ujarnya.

 

Amanah Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT)

Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid (DT) Abdullah Gymnastiar mengisahkan perjalanannya membangun DT hingga hari ini berusia 26 tahun. Menurut Aa Gym, karena kasus Ahok, ia kembali menjadi terkenal seperti sekarang ini.

Baca juga :   MAPPI FH UI : Tercatat 50% Pelaku Kekerasan dan Kejahatan Perempuan Difabel Ialah Orang Terdekat
Foto : Aa Gym bersama para tokoh, ulama, pejabat dalam MIlad ke-26 Daarut Tauhid, Lapangan Gasibu, Bandung, 12/12/2016. (Sumber Twitter Humas DT)

Aa Gym mengungkit masa kejayaannya dan kebangkrutannya di depan massa Doa Bersama 1212 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Senin (12/12/2016). Aa Gym berkisah awal mula mendirikan Ponpes Darrut Tauhid atau yang dulu dikenal sebagai Bengkel Akhlaq. Bermula dari menyewa dua kamar hingga memiliki 26 kamar sendiri seiring berjalannya waktu.

Pada tahun 1990, Aa Gym telah diberi amanah oleh jama’ahnya untuk menjadi ketua Yayasan Darut Tauhid, Bandung. Dari sini terlihat bahwa secara formal Aa Gym sebenarnya tidak dibesarkan atau dididik di lingkungan pesantren yang ketat ( terutama pesantren dalam pengertian tradisional). Dalam kaitan ini Aa Gym mengakui ada hal-hal yag tidak biasa dalam perjalanan hidupnya. “Secara syari’at memang sulit diukur bagaimana saya bisa menjadi Aa yang seperti sekarang ini” ujarnya. “Akan tetapi, lanjutnya, saya merasakan sendiri bagaimana Allah seolah-olah telah mempersiapkan diri saya untuk menjadi pejuang di jalan-Nya”. Dengan hati-hati dan tawadhu ia menuturkan pencarian jati dirinya yang diwarnai beberapa peristiwa aneh yang mungkin hanya bisa disimak lewat pendekatan imani.

“Jadi awal ngontrak dua kamar itu tahun 1990. Karena terus berikhtiar dan tawakal, seiring berjalannya waktu kamar itu bertambah jadi 26, milik sendiri,” kata Aa Gym saat memberikan sambutan.

Dai kondang ini melanjutkan pada tahun 1994 Masjid Daarut Tauhid yang berada di Jalan Geger Kalong, Kota Bandung ini pun mulai dibangun. Bahkan, pada tahun 1996 Ponpes Daarut Tauhid semakin berkembang dalam pembagunannya.

“Alhamdulilah saya bersyukur Allah mempercayakan (Ponpes Daarut Tauhid) untuk bisa terus berkembang,” ucap dia.

Popularitas Ponpes DT menurutnya terus menanjak. Masyarakat luas berbondong-bondong untuk nyantri di Ponpes Darrut Tauhid. Namun, saat berada di puncak, cobaan pun datang menghadang.

“Lalu diuji dengan popularitasnya, kami tidak siap, sehingga goyang. Babak pertama sedikit ilmu, selanjutnya babak belur,” ungkap dia.

“Aa Gym heboh (soal pernikahan keduanya). Aa dihina, dicaci maki,” tambah Aa Gym.

Baca juga :   Agus Yudhoyono Harap Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Agama

Beruntung, lanjutnya, ia dibimbing guru seorang ulama hingga akhirnya bisa bangkit kembali. Menurutnya sang ulama mengajarkan ilmu santan dari kelapa. Di mana untuk menjadi santan tidak mudah.

“Awalnya kelapa dijatuhkan dari pohonnya lalu dijambak hingga gundul. Setelah itu dibelah, lalu dicungkil. Lalu disisit dan kemudian diparut. Saya tanya sampai kapan harus dapat ujian?” kisah Aa.

Menurut Aa, sang guru menyampaikan bahwa jalan keluarnya adalah saat tidak ada lagi Tuhan selain Allah yang diyakini dalam hati. “Kalau hati ini sudah lepas dari menuhankan pada kekaguman, lepas dari menuhankan mahluk, Insya Allah dunia akan kembali. Dan itu pun akan terus diuji,” papar Aa Gym.

Aa Gym saat memberi pengarahan pada santrinya selem pemberangkatan Aksi Super Damai 212. Sumber youtube.com
Foto : Aa Gym saat memberi pengarahan pada santrinya selem pemberangkatan Aksi Super Damai 212. Sumber youtube.com

Ada hal menarik dari Aa Gym dalam masa perjalanan pengalaman spiritualnya hingga menemui beberapa ulama yang juga menjadi guru spiritualnya. Sebagaimana dikutip dalam bio.or.id, salah satu pengalaman menarik yang diungkapkannya kala itu berkaitan dengan masa-masa menjalani pengalaman spiritual dulu adalah tentang kata “Allah” yang senantiasa tidak pernah lepas dari bibirnya. Kata Aa Gym pula, sang istri dulu tertarik pada dirinya lantaran dia sering mengucapkan “Bismillah” dan “Alhamdulillah”. Dengan kata lain, pada masa-masa itu Aa Gym telah mengalami mabuk kepayang kepada Allah SWT.

Menurut Aa Gym setelah melalui proses pencarian itu, dia bertemu dengan empat orang ulama yang sangat memahami keadaannya. Seorang ulama sepuh yang pertama kali ditemuinya itu mengatakan bahwa dia telah diberi karunia tanazzul oleh Allah, yakni proses secara langsung dibukakan hatinya untuk mengenal-Nya tanpa proses riyadhoh. Sementara KH. Khoer Affandi, seorang ulama tasawwuf terkenal dan juga pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, yang ditemuinya berdasarkan saran ulama sepuh yang pertama kali ditemuinya tersebut mengatakan bahwa dirinya telah dikaruniai ma’rifatullah. Dua ulama lain juga mengatakan hal yang serupa dengan ulama tasawwuf diatas, keduanya adalah Ayah dan Kakek seorang wanita yang kini menjadi pendamping hidupnya. Keempat ulama ini bagi Aa Gym, jasanya jelas tidak dapat dilupakan karena telah memberi les kepadanya tanpa harus nyantri bertahun-tahun lamanya.