Home Kabar 92% Orang Merokok di Dalam Pasar, PD Pasar Jaya Akui Sulitnya Ubah...

92% Orang Merokok di Dalam Pasar, PD Pasar Jaya Akui Sulitnya Ubah Pola Pikir Masyarakat

51

Majalahayah.com, Jakarta – Menurut hasil survei dari Forum Warga Kita Jakarta (FAKTA) yang menyatakan bahwa 92% orang merokok di pasar tradisional, Perumda (PD) Pasar Jaya angkat bicara.

Putu Krisna sebagai Legal Koorporasi PD Pasar Jaya nyatakan bahwa mengubah pola berpikir setiap orang tidaklah mudah. Terlebih jumlah PD Pasar Jaya diketahui sebanyak 153 di wilayah DKI Jakarta.

“Sebenarnya kalau diberitahukan itu sudah, tapi dari pasar jaya ini perlu proses. Belum lagi pasar kami banyak dan yang datanv kepasar itu kesadarannya berbeda-beda,” ucapnya saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat (12/8/2019).

Sementara itu, meskipun sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah, namun pada permasalahan ini, Putu ungkapkan pentingnya langkah sinergitas. 

“Kami tidak bisa menyentuh orang itu (pengunjung). Perlu terlibatnya Satpol-PP atau memberikan edukasi. Karena masalah ini untuk mengubah teori orang. Kami dari pasar jaya hanya bisa mengubah pedagang saja, kalau pengunjung belum bisa,” ungkapnya.

Dengan memaksimalkan koperasi dan asosiasi yang ada dipasar, sambung Putu, hal tersebut adalah langkah efektif untuk menyadarkan para pedagang.

“Minimal di pasar ada larangan untuk merokok dulu lah, dari keseluruhan jumlah pasar jaya baru 30-40 persen yang sudah mematuhi kawasan tanpa rokok,” tuturnya.

Dampak positif tingkat kesadaran masyarakat dan pedagang yang tinggi, Putu tambahkan bahwa pasar tanah Abang dan Mayestik sudah masuk kategori pasar tanpa rokok.

“Peningkatan kualitas, kebersihan, pendekatan sekitar, saling menegor pembeli itu sudah terlaksana di pasar Tanah Abang dan Mayestik,” imbuhnya.

Rencana kedepan, upaya memaksimalkan pasar tanpa rokok, PD Pasar Jaya berencana akan memaksimalkan pasar Rawa Bening di Jakarta.