Foto ilustrasi momen pernikahan. Sumber www.nu.or.id

Majalahayah.com, Jakarta – Pasca menikah, para pasangan kekasih milenial tentu akan dikejutkan dengan berbagai hal yang tak diduga-duga, salah satunya ialah masalah keuangan. Bagaimana tidak, hal ini sudah dipaparkan melalui data dari dirjen peradilan agama bahwa salah satu alasan pertengkaran dan perceraian rumah tangga disebabkan oleh faktor keuangan.

Masalah keuangan menjadi salah satu faktor dominan yang harus menjadi perhatian setiap keluarga. Pemahaman dan kesepakatan suami istri dalam hal mengelola keuangan dengan benar dan baik secara bersama merupakan fase penting yang harus dilakukan oleh setiap pasangan terutama untuk pasangan muda.

Tujuannya bukan hanya agar mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga saat ini dan di masa datang, tapi juga untuk menghindari konflik dan pertengkaran yang tidak perlu.

Hal yang penting diingat oleh sobat ayah bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang pasangan suami dan istri saja, namun menyatukan dua keluarga besar.

Dari sisi finansial penyatuan dua keluarga besar ini sering membutuhkan alokasi tambahan biaya pengeluaran untuk membantu anggota dari keluarga besar yang membutuhkan.

Nah, bagi kamu yang sedang dilanda rasa resah masalah keuangan, berikut tips yang dikutip dari kompas tv untuk memudahkan sobat mengelola keuangan keluarga, yuk simak!

1. Berbagi peran

Setelah sepakat untuk saling terbuka terkait penghasilan selanjutnya masing-masing pasangan bisa berbagi peran. Misalnya istri berperan untuk mengatur kebutuhan rutin bulanan sementara suami berperan untuk mengurus kewajiban cicilan rumah, proteksi asuransi, hingga kebutuhan investasi masa depan lainnya.

2. Membuat anggaran keuangan keluarga bersama

Anggaran keuangan keluarga ini sering disebut sebagai catatan arus kas keluarga untuk memastikan prinsip jangan pernah lebih besar pasak dari pada tiang bisa diterapkan. Pasangan suami istri perlu sepakat tentang pos-pos kebutuhan keluarga dan alokasinya yang disusun berdasarkan skala prioritas dan juga memastikan agar mampu memiliki investasi rutin setiap bulannya untuk persiapan kebutuhan masa depan.

3. Miliki neraca keuangan keluarga

Jangan dibayangkan ribet menyusun neraca keuangan. Neraca keuangan ini cuma berisi daftar harta atau aset yg dimiliki dan juga daftar kewajiban atau utang yang masih harus dilunasi
dengan memiliki catatan arus kas dan neraca keuangan keluarga setiap keluarga akan lebih mudah mengetahui kondisi keuangannya apakah sehat atau sedang sakit.

4. Memiliki perencanaan keuangan untuk masa depan

Setiap keluarga memiliki mimpi dan cita-cita yang ingin diraih bersama. Perencanaan keuangan merupakan proses mencapai tujuan hidup yang dicita-citakan melalui pengelolaan keuangan yang sistematis dan terencana.
Wujudkan impian dan cita-cita bersama tersebut dengan persiapan jauh-jauh hari melalui tabungan berkala yang disisihkan dari penghasilan bulanan.

5. Menjaga komitmen dan disiplin

Membuat sebuah perencanaan keuangan itu memang penting namun yang lebih penting adalah komitmen dari setiap pasangan dan seluruh anggota keluarga untuk menjalankan rencana yang sudah ditetapkan bersama.
Termasuk melakukan evaluasi secara berkala terkait rencana dan realisasi anggaran keuangan yang sudah dilakukan.