DK PBB. (Foto: Twitter)

Majalahayah.com, Jakarta – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi absen atau tidak menghadiri sidang ke-74 Majelis Umum PBB di New York. Forum dunia itu dijadwalkan mulai digelar hari ini (24/9/2019).

Kali ini, pemimpin Indonesia itu tak sendirian yang absen karena pemimpin dunia lainnya seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping hingga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga absen di sidang terhormat tersebut.

Sidang Majelis PBB digelar saban September di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat. Sidang itu menjadi ajang penyampaian sikap para pemimpin terkait masalah-masalah dunia, termasuk konflik hingga genosida.

Menurut laporan CNN, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri India Narendra Modi juga tidak akan hadir di sidang tersebut. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga dilaporkan absen. Begitu juga dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Tahun ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla mewakili Presiden Jokowi di forum dunia tersebut. Kalla memimpin delegasi Indonesia dan siap untuk pidato dengan tajuk “Galvanizing Multilateral Efforts for Poverty Eradication, Quality Education, Climate Action and Inclusion”.

Kalla telah tiba di Hotel Westin New York Grand Central sejak beberapa hari lalu. Dia didampingi oleh sang istri, Mufidah Jusuf Kalla. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi telah tiba lebih dulu dan menyambut wakil Jokowi tersebut.

Menteri lain yang berada di New York dan menyambut Kalla antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan.

Sidang ke-74 Majelis Umum PBB tahun ini dijadwalkan dihadiri sekitar 193 negara anggota PBB, 100 kepala negara, tiga Wakil Presiden, 47 Perdana Menteri dan 36 Menteri serta 2 Chairman of Delegation.

Tokoh dunia lain yang jadi sorotan dalam forum ini adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Pemimpin muda ini untuk pertama kalinya hadir di Majelis Umum PBB. Dia sedang jadi sorotan media karena diduga ditekan Trump untuk menyelidiki putra mantan wakil presiden AS Joe Biden terkait bisnisnya di Ukraina.

Sejumlah isu internasional yang kemungkinan diangkat para pemimpin dunia antara lain krisis Palestina, krisis Rohingya di Myanmar, krisis Uighur, konflik di Libya, Yaman, hingga Suriah, krisis nuklir Iran, serangan kilang minyak Arab Saudi dan berbagai masalah lain.