Majalahayah.com, Jakarta – Rasa cinta dan kasih orangtua kepada anak tidak perlu diragukan lagi. Telah menjadi sosok yang sangat berharga, tidak perlu heran ketika orangtua mendambakan kehadiran si kecil yang mungkin kini sudah beranjak menjadi remaja atau dewasa.

Dikenal sebagai naluri yang siap berkorban dari harta hingga nyawa, apakah sobat ayah tahu bagaimana posisi anak bagi orangtua? terkhusus yang tertera di dalam Al-Quran.

Budi Ashari, Lc dalam buku “Sentuhan Parenting” menjelaskan bahwa ada lima posisi anak bagi orangtua dalam Al-Quran. Apa saja sih? Yuk simak!.

1.       Anak sebagai Hiasan Hidup

Dalam surah Q.S. Ali Imran:14 mengartikan bahwa “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

“Ayat tersebut menggaris bawahi “Anak” sebagai salah satu kesenangan dunia. Anak sebagai hiasan menghiasi hidup orangtuanya menjadi indah. Anak-anak ibarat pelangi, warna mereka berbeda-beda membuat suasana rumah menjadi begitu indah dipandang mata. Kehadirannya selalu dinantikan saat anak berada jauh darinya,” tulisnya  dalam buku.

Keindahan sang buah hati tidak dapat tergantikan oleh apapun. Seperti gerak, suara, raut wajah, tingkah pola, tawa hingga tangis mereka semuanya indah.

2.       Anak sebagai Cobaan Hidup

Allah berfirman dalam surah Q.S. Al Anfal: 28 yang mengartikan “Dan ketahuilah bahwa hartaumu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan dan sesunggungnya di sisi Alllah-lah pahala yang besar”

Dalam ayat ini menjelaskan bahwa anak juga menjadi cobaan hidup bagi orangtuanya. Sehingga, sambung Budi Ashari, Lc, meminta agar orangtua berhati-hati.

“Keindahan itu tidak boleh melalaikan. Kenikmatan kita memandanginya tidak boleh melalaikan dari tugas pada orangtua menjadi hamba Allah yang baik”.

3.       Anak yang Lemah

Dalam surah Q.S. An Nisa’: 9 mengartikan bahwa “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

Ayat ini menjelaskan bahwa orangtua diminta agar memperhatikan secara benar generasi setelahnya (anak). Pastikan tidak hadir generasi lemah sepeninggalan orangtuanya. Orangtua berkewajiban membuat anak kuat. Sehingga tidak menjadi beban masyarakat dan zaman.

“Kelemahan dalam masalah agama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan wawasan hingga kelemahan fisik dan psikis,” tuturnya.

4. Anak sebagai Musuh

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memerahainya serta mengampunkan mereka maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi maha penyayang”

Jika kamu membaca ayat ini maka yang terlintas adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Allah memerintahkan orangtua agar berhati-hati terhadap anak karena sebagian mereka adalah musuh.

“Anak yang nakal, durhaka, bodoh, menjatuhkan martabat keluarga. saat itulah anak yang dulu diasuh siang dan malam berubah menjadi musuh yang menyedihkan, menakutkan, dan menyengsarakan”.

5. Anak yang Baik dan Menyejukan Pandangan Mata

“Disanalah Zakariya mendoa kepada tuhannya seraya berkata” ya tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seseorang anak yang baik, sesungguhnya engkau maha pendengar doa” (Q.S. Ali Imran:38)

“Dan orang-orang yang berkata: Ya tuhan kamu anugerahkanlah kamu istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikanlah jami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Q.S. Al Furqan: 74) 

Inilah anak yang diharapkan oleh setiap keluarga. untuk itu ayat-ayat yang digunakan untuk membahas poin ini berupa doa dan ini berbeda dengan ayat-ayat sebelumnya.

“Anak yang baik, anak yang menyejukan pandangan mata. anak yang menyenangkan hati orangtua.jika anak tumbuh seperti demikian jelas ini adalah hasil panen jerih payah orangtua setelah sekian lama dalam kesabaran tidak berujung,” tandasnya.