Ilustrasi kekerasan pada anak. Sumber pinterest.com

Majalahayah.com – Secara sadar maupun tidak sadar, orang tua seringkali melakukan kekerasan terhadap anak. Entah itu kekerasan yang bersifat verbal maupun non verbal, kekerasan yang kecil maupun besar. Contoh bentuk kekerasannya ialah memaki, memukul, menghina, dan lain-lainnya. Dampak yang didapatkan ke anak pun berbeda-berbeda, entah itu dampak yang besar maupun yang kecil.

Dalam mendidik anak tentunya banyak rintangan yang dilewati oleh orang tua. Entah itu perihal masalah ekonomi, keluarga, lingkungan, sifat anak, dan sebagainya. Menjadi orang tua tentunya perlu bijak dalam mengambil tindakan yang baik untuk diberikan ke anak. Para Ayah dan Bunda tentunya tidak ingin anak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, bukan?

Rasulullah saw. tidak menyukai orang tua yang memaki anak. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297).

Berikut 5 dampak kekerasan pada anak oleh orang tua.

1. Anak menjadi pembangkang

Kekerasan yang terus-terusan dilayangkan kepada anak dapat mengurangi rasa respect atau hormat anak terhadap orang tua. Hal itu menjadikan anak kurang rasa empati dan menjadi pembangkang.

2. Anak memiliki percaya diri yang rendah

Ucapan dan perlakuan buruk yang menyakiti hati anak dapat membuatnya tidak percaya diri. Anak menjadi sulit dalam berkembang, malu untuk bersosialisasi, dan takut untuk mencoba hal-hal baru karena jika ia membuat kesalahan akan mengalami kekerasan dari orang tuanya.

3. Anak susah dalam mengontrol emosi

Perasaan sakit hati dan lelah dalam diri anak mungkin saja sudah memuncak. Pada ke depannya anak akan sulit dalam mengontrol emosi. Anak menjadi mudah marah pada hal-hal kecil. Serta dapat meledak-ledak kapan saja.

4. Anak dapat menyakiti dirinya sendiri

Ketika anak tidak lagi mampu meluapkan perasaannya kepada hal yang positif, maka anak dapat menyakiti dirinya sendiri. Hal ini juga bentuk bahwa anak merasa bersalah secara terus-menerus kepada orang tuanya.

5. Anak mengalami trauma

Dampak ini tentunya cukup fatal bagi si anak. Rasa trauma dapat membuat si anak ketakukan bahkan dapat mengambil keputusan yang jauh. Rasa trauma akan membuat  anak takut pada orang tuanya sendiri. Jika anak sudah berada diposisi ini, orang-orang di sekitarnya perlu mendampingi serta memberikan kasih sayang agar anak dapat merasakan aman dan nyaman kembali.

Peran orang tua sangat lah penting dalam perkembangan diri anak. Tentunya sebagai orang tua yang telah diberi tanggung jawab dan anugerah seorang anak perlu lah menjaga titipan itu sebaik mungkin. Teruntuk orang tua, sayangi lah anak sebagaimana kalian menyanyangi diri kalian sendiri.