5 Cara Ayah Umar bin Abdul Aziz Ketika LDR dengan Anak
Ilustrasi interaksi ayah dengan anak. Sumber : www.themighty.com

Majalahayah.com, Jakarta – Hai sobat, tentunya kalian para ayah pernah meluangkan moment bersama anak ya? Nah, peran fisik ayah kepada anak memang sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Namun, bagaimana jika kita sebagai ayah mempunyai jarak yang cukup signifikan (LDR) dengan keluarga terkhusus anak?

Ustadz Budi Ashari, LC dalam buku Sentuhan Parenting mengatakan bahwa pentingnya belajar dari sejarah ayah yang pernah melahirkan orang besar. Ia contohkan seperti Abdul Aziz bin Marwan. Seorang ayah yang telah melahirkan tokoh dunia yang hingga saat ini tidak ada tandingannya. Mengapa? karena dirinya yang telah membuktikan mimpi Umar bin Khattab.

“Ya, Abdul Aziz bin Marwan sebagai seorang ayah mengalami nasib serupa dengan nasib banyak ayah hari ini. Saat tugas harus memaksanya pergi dan jauh dari si kecil. Meskipun pedih ia harus tetap menjalaninya tanpa mengurangi peran ayah kepada anaknya,” tulisnya.

Pada zaman dulu jarak kota tidak sesederhana pada kondisi saat ini sebab alat trasportasi tercanggih hanyalah kuda dan unta. Kisah Abdul Aziz yang berada di Mesir dan Umar berada di kota kelahiran, Madinah tidak mengurangi perannya kepada Umar. Mengapa bisa? untuk mengetahui tipsnya, inilah 5 pelajaran untuk para ayah yang sulit bertemu anak-anaknya, yuk simak!.

1.       Titipkan anak kepada yang layak

Ia tuliskan, kalau masih ada ibu maka ibu harus menciptakan dirinya menjadi seperti keluarga Abdullah bin Umar yang mengasuh Umar bin Abdul Aziz. Begitu pula jika yang merawat orang lain seperti kerabatnya.

2.       Berikan guru yang berperan sebagai ayah dan guru

Pendidikan merupakan bekal utama masa depan anak. Saat ayah jauh dari anak atau sulit memerankan fungsinya karena keterbatasan waktu, maka pilihkan bagi anak-anak guru yang berperan perhatian dan evaluasi selayaknya ayah. Seperti peran Shalih bin Kaisan untuk Umar bin Abdul Aziz.

3.       Hadirkan ayah walau tidak benar-benar hadir

Ayah harus mengambil perannya dalam pendidikan dari kejauhan atau di sela waktu padatnya. Bahkan siapapun yang di titip anak, baik pengasuh  atau pun pendidik, harus selalu melibatkan ayah dalam evaluasi pendidikan.

4.       Fasilitas fisik, jangan mengusik

Fasilitas fisik memang sesuai dengan kemampuan ayah. Mampu atau tidaknya tak sepenuhnya dilihat oleh anak. Sebab anak lebih melihat sosok ayah yang bertanggung jawab dan jangan sampai anak kamu hanya mengukir dalam ingatan tampilan ayah yang egois.

5.       Manfaatkan kecanggihan alat komunikasi

Kecanggihan alat komunikasi hari ini seharusnya memudahkan kita untuk berinteraksi walau fisik berjauhan. Hari ini bukan hanya suara bijak seorang ayah yang bisa didengar. Tetapi guratan wajah ayah pun bisa dinikmati oleh buah hati.

Namun, ayah tidak boleh hanya merasa cukup dengan komunikasi model ini. Pertemuan fisik, sentuhan khas ayah, kecupan sangat dinantikan sang buah hati.