411 Telah Dilewati, 212 Telah Terlaksana, 1212 Baru Dilalui, Selanjutnya Mari Songsong...

411 Telah Dilewati, 212 Telah Terlaksana, 1212 Baru Dilalui, Selanjutnya Mari Songsong 247!

266
SHARE
Photo: bisakali.com

Majalahayah.com. Alhamdulillah Aksi Bela Islam 212 telah kita lalui bersama dengan sangat baik sesuai rencana para ulama dan habaib NKRI. Bahkan sepuluh hari kemudian momentum kebersamaan umat terus dilanjut dengan sholat subuh berjamaah 1212. Seluruh aksi ini berlangsung dengan khidmat dan tertib.

Rasa haru dan sukacita bertumpah menjadi satu dalam rasa yang mempererat tali persaudaraan umat Islam di wilayah NKRI. Takjub bahwa ternyata seperti inilah Allah SWT, Sang Maha Pengatur, mewujudkan cita-cita kita semua untuk persatuan umat. Terlepas bahwa ini semua barulah awal dari aksi bersama umat Islam NKRI, semoga dengan bekal aksi-aksi bersama, tali persaudaraan akan semakin kuat.

Umat Islam NKRI telah menunjukkan kualitasnya sebagai umat yang tertib dan tunduk kepada aturan-aturan yang telah disepakati. Rongga sejengkalpun tidak terbuka, sehingga susupan-susupan yang diluar aksi untuk kepentingan pembelaan terhadap Alquran sama sekali tidak berhasil dinodai.

Tindakan preventif dari Kapolri dalam mengantisipasi kegiatan lain selain Aksi Bela Islam tersebut patut diapresiasi, terlepas bahwa penangkapan atas dugaan aksi makar tersebut masih diperdebatkan. Dengan ‘pembersihan’ yang dilakukan Kapolri, maka tidak ada lagi orasi-orasi liar yang dikhawatirkan akan menjadi pemicu untuk timbulnya situasi ‘chaos’. Fokus aksi dan orasi adalah hanya untuk pembelaan terhadap Alquran atas penistaan yang telah dilakukan Cagub Ahok.

Baca juga :   Tidak Datang Saat Penetapan Calon Gubenur & Wakil Gubenur, Ruhut : Ahok-Djarot Belum Ambil Cuti

Para ulama dan habaib sebagai pemimpin umat telah berhasil membakar semangat jihad  umat terhadap penistaan Alquran, sehingga patutlah umat Islam yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam mendukung Aksi 212 disematkan status ‘Mujahid’ dan ‘Mujahidah’. Bahkan inilah status tertinggi bagi seorang mukmin dalam aksi amalnya.

Lantas apakah aksi-aksi pembelaan terhadap Alquran terhenti hanya sampai dengan tanggal-tanggal tersebut diatas? 411, 212, 1212?

Atau apakah ini semua hanya panggung sementara?

Lalu aksi apa yang dibutuhkan setelah aksi ini semua?

Bagaimana status ‘Mujahid’ dan ‘Mujahidah’ ini selanjutnya setelah melewati tanggal-tanggal aksi tersebut?

Sudah sepantasnya kita mensyukuri momentum yang telah Allah SWT berikan ditanggal-tanggal tersebut sehingga berlangsung dengan penuh hikmah. Untuk selanjutnya, dibutuhkan aksi konsisten oleh diri secara pribadi, guna membakar semangat jihad dengan terus menambah keilmuan yang mampu ‘menghidupkan’ nilai-nilai Alquran dalam diri.

Al-Maidah 51 telah menjadi tiang pemersatu untuk kita melawan para penista Alquran. Semoga ayat-ayat lainnya dalam Alquran dapat menjadi tiang penyangga atas aksi-aksi keseharian kita, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu atau 247, itulah momentum tiada henti untuk kita bernaung dibawah Alquran.

Baca juga :   Dialog Ayah dan Anak, Cara Unik Menanamkan Keyakinan kepada Allah

Referensi:

Surat Ali-Imran: 138

(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Surat Al-Maidah: 68

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Surat Ash-Shura:13

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).