4 Monumen Ini Ajarkan Toleransi Beragama

4 Monumen Ini Ajarkan Toleransi Beragama

31
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Toleransi beragama telah ditunjukkan sejak zaman dahulu. Toleransi itu kemudian melahirkan monumen yang berdiri di berbagai benua.

Monumen-monumen berikut telah memberi penerangan kepada tokoh-tokoh, serta peristiwa penting yang telah membentuk Yudaisme, Kristen, dan Islam selama 1.000 tahun terakhir. Seperti yang dilansir dari Mvslim, Senin (24/12/2018), berikut adalah monumen yang menjadi bukti toleransi antar agama:

1) Gereja Makam Suci, Yerusalem

Gereja makam suci ini adalah tempat suci dan paling dihormati dalam agama Kristen, yang berdiri di Kota Tua Yerusalem bertembok kokoh juga luas. Gereja yang dibangun saat situs penyaliban, makam, dan kebangkitan Yesus, telah dilindungi oleh dua keluarga Muslim Palestina, yaitu Nuseibeh dan Joudeh selama lebih dari 1.000 tahun.

Monumen ini dikelola oleh lima denominasi Kristen yang berbeda termasuk Katolik Roma, Ortodoks Yunani, Ortodoks Armenia, Ortodoks Koptik dan Suriah, dan Ortodoks Ethiopia. Dalam beberapa kesempatan selama bertahun-tahun, faksi-faksi Kristen ini telah saling bertengkar mengenai siapa yang mengendalikan ruang di dalam gereja tersebut.

Baca juga :   46 Desa di Banyuwangi Rawan Diterjang Tsunami

Lalu keluarga Nuseibeh dan Joudeh telah membantu menjaga perdamaian di antara kelompok-kelompok saingan ini, agar tidak terjadinya perebutan berunjung kekerasan.

2) Patung Moses Maimonides

Di Tiberiadus Square di Old Jewish Quarter of Cordoba, Spanyol berdiri patung Moses Maimonides, seorang filsuf besar Yahudi yang berkembang sebagai pemimpin intelektual di bawah pemerintahan Muslim. Patung Maimonides mewakili toleransi yang saling mengagumi antara Muslim dan Yahudi, juga berfungsi sebagai penghubung antara pemikiran Barat atau Kristen dan Yahudi. Di Spanyol, Muslim mengingatkan kita tentang kekuatan dalam perkataan Yahudi tentang tikkun olam, yaitu “untuk menyembuhkan dunia yang retak.”

3) Kuil Rumi, Konya, Turki

Bangunan megah ini berfungsi baik sebagai museum dan tempat suci, adalah tempat peristirahatan Jalal ad-Din Muhammad Rumi, penyair sufi Muslim abad ke-13 yang populer disebut Rumi. Puisi Rumi yang indah dan agung sering menyentuh pluralisme dan cinta kemanusiaan dengan berfokus pada bagaimana kelompok-kelompok seperti Yahudi, Kristen, dan Muslim memiliki banyak kesamaan.

Beberapa tema dalam puisi Rumi adalah cintanya yang tak berkesudahan bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh umat manusia. Dalam puisinya “Cinta adalah Tuan” ia menggambarkan dirinya sebagai dikuasai sepenuhnya oleh cinta.

Baca juga :   Tak Hanya Sekedar Antar ke Sekolah, Kemen PPPA : Masyarakat Berikan Apresiasi kepada Anak

4) Biara Saint Catherine, Gunung Sinai, Mesir

Salah satu komunitas Kristen tertua di dunia, Biara Saint Catherine di Gunung Sinai, Mesir adalah rumah bagi perjanjian Nabi Muhammad di mana ia menjamin perlindungan para biarawan Kristen dan kebebasan beragama. Biara, Situs Warisan Dunia yang ditunjuk UNESCO, adalah simbol toleransi dan dialog antara orang Kristen dan Muslim.

Seperti yang dicatat Morrow dalam bukunya yang mengulas tentang Muhammad berharap bahwa umat Islam akan masuk ke dalam ikatan solidaritas spiritual dengan non Muslim di tengah-tengah mereka. Saint Catherine baru-baru ini menjadi berita karena Ahmed Ragai Attiya, seorang jenderal Mesir, menyerukan pembongkaran beberapa gereja biara, sel biksu, taman, dan tempat-tempat menarik lainnya. Tindakan seperti itu akan menjadi pengkhianatan mengerikan pesan perdamaian dan niat baik Nabi Muhammad kepada orang-orang Kristen di seluruh dunia.