3 Kritik Merry Riana Tentang Pendidikan di Indonesia

3 Kritik Merry Riana Tentang Pendidikan di Indonesia

147
0
SHARE
Marry Riana. (Foto: MA/Dini)

Majalahayah.com, Jakarta – Jelang Pesta Pendidikan 2019, Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) kembali merangkul semua pemangku kepentingan untuk berpihak pada perubahan pendidikan Indonesia agar lebih baik.

Pada kesempatan kali ini, Inisiator SMSG, Najelaa Shihab Rayakan Pesta Pendidikan dengan melakukan Inovasi dan Kolaborasi. Salah satunya dengan Public Figure seperti Merry Riana.

Sang motivator yang dijuluki wanita sejuta dollar itu pun sampaikan kegemasannya tentang pendidikan di Indonesia. Apa aja sih? Yuk simak!

  • Jam Pelajaran Sekolah Terlalu Lama

Menurut Merry Riana setelah balik dari Singapura dan kembali ke Indonesia selama 5 tahun ini ia melihat durasi belajar anak sekolahan semakin panjang. Tak hanya itu, Merry pun heran mengapa tas atau bawaan anak-anak semakin berat tak seperti saat ia dahulu sekolah.

“Jam belajar semakin panjang dan tasnya sekarang besar-besar tetaou bukan berarti itu tidak benar, saya hanya khawatir,” ujar Merry saat acara Media Gathering yang di selenggarakan SMSG di FX Sudirman, Jakarta (30/4/2019).

  • Krisis Attitude

Merry ceritakan bahwa attitude anak-anak bikin gemas. Mengapa? Ia contohkan seperti kasus anak SMP yang rela bunuh diri karena takut nilainya tidak baik.

“Nilainya itu belum keluar, anak tersebut cuma merasa kalo nilainya tidak baik, sehingga memutuskan untuk bunuh diri. Ini sedih banget!,” Imbuhnya.

  • Pintar tapi Tidak Bermoral

“Pinter tapi tidak bermoral itu enggak penting, anak-anak ini tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan nilai yang baik. Karena anak tidak hanya meraih nilai belajar tetapi nilai kehidupan, itu juga penting!,” Jelasnya.

Penting menurutnya anak mampu membedakan ajakan yang benar dan tidak benar, anak mampu mengetahui lingkungan yang tepat dan tidak tepat.

“Tidak ada gunanya komplain, kita perlu bekerja sama membangun karakter anak. Dan anak dapat dikatakan berhasil jika ia mampu mempraktekan hasil belajarnya,” pungkas Merry.

LEAVE A REPLY