Ilustrasi pasangan suami istri. Sumber tribunnews.com

Majalahayah.com, Jakarta– Jika berbicara mengenai dosa, tentu saja hal ini memiliki sangkut paut terhadap kewajiban yang telah dilalaikan. Apalagi kewajiban seorang laki-laki sebagai kepala keluarga. Ia (suami) merupakan pemimpin dalam rumah tangganya serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang ada dalam bahtera rumah tangganya, terutama terhadap istrinya.

Dalam membina rumah tangga, banyak suami yang tak sadar jika mereka telah lalai terhadap kewajibannya. Kebanyakan dari mereka (para suami) mengira bahwa apa yang dilalaikan hanya berupa perkara yang wajar dan biasa, justru hal biasa tersebutlah yang dapat menyeret dirinya kedalam api neraka.

Apa saja dosa suami kepada istri yang biasa dilakukan? Berikut penjelasannya.

Menjelekkan Istri di Hadapan Orang Lain

Hakikatnya pasangan suami istri adalah layaknya pakaian, harus saling menutupi satu sama lain. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, semua pernah berbuat salah, termasuk isri Anda demikian. Untuk itu, sebagai seorang suami cara yang baik untuk menghadapinya dengan menasehati serta bertutur kata baik dan lembut.

Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari).

Tidak Memberikan Nafkah Lahir & Batin

Nafkah lahir sendiri merupakan sesuatu yang diberikan suami kepada istri dalam bentuk yang terlihat secara langsung seperti, makanan dan minuman, pakaian serta tempat tinggal. Sedangkan nafkah batin yakni nafkah yang diberikan kepada istri berupa kebahagiaan dan pemenuhan kebutuhan biologis sang istri.

Masalah seperti ini seringkali berujung perceraian jika tidak ditangani dengan bijak oleh kedua belah pihak (suami dan istri). Untuk itu, seorang suami harus memastikan apakah istrinya tersebut merasa nyaman dan telah terpenuhi semua kebutuhannya.

Sifat Egois dan Pemarah Suami

Menghadapi suami yang egois dan pemarah memang tidaklah mudah. Terlebih bagi Anda, seorang istri yang juga merupakan wanita dengan perasaan lembut dan lemah. Pertengkaran dalam rumah tangga setiap hari bukan menjadi keinginan Anda.

Seorang Istri ada baiknya belajar mengalah. Bukan berarti Anda kalah, melainkan untuk menghindari pertikaian yang lebih sengit. Cobalah untuk melapangkan dada dan ikhlas, mungkin saat itu suami sedang banyak pikiran. Kamu sebagai istri lebih baik menenangkan agar amarahnya redam. Setelah itu barulah ajak suami ngobrol sambil utarakan perasaanmu dengan lembut agar tidak ada yang tersakiti.

Suami dan istri hendaknya berlomba-lomba untuk kesempurnaan keimanannya dengan berbuat baik kepada satu sama lain, sehingga akan tercipta suasa cinta penuh kebahagiaan. Seorang suami sebagai pemimpin keluarga menyadari bahwa tanggung jawabnya adalah menjaga atau menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka.