2 Juta Mobil Listrik Siap Dijual, JK : Kami Siapkan Infrastrukturnya

2 Juta Mobil Listrik Siap Dijual, JK : Kami Siapkan Infrastrukturnya

87
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan, tengah menggodok draf mobil listirk. Nantinya draf tersebut akan dibawa ke Presiden Joko Widodo untuk disahkan menjadi keputusan presiden (keppres).

Selain melakukan pengembangan, pemerintah juga sudah memikirkan soal besarnya konsumsi energi listrik yang akan digunakan ke depannya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan tidak perlu khawatir soal pasokan listrik karena pemerintah akan terus membangun pembangkit.

“Dengan adanya mobil listrik tentu dibutuhkan tenaga listrik yang banyak. Jangan khawatir karena setiap lima tahun pemerintah setidak-tidaknya membangun 3.5000 mega watt pembangkit listrik. Jadi ke depan, tantangan sumber daya listriknya. Bayangkan, kalau 2 juta mobil yang di-charge itu berapa megawattt yang dibutuhkan,” ujar JK di ICE, BSD City seperti dikutip dari kompas.com

Baca juga :   Paparkan Soal Tol Laut dan Udara, Menhub: Pembangunan Harus Dilakukan Secara Spasial

Belum lagi bila masyarakat menggunakan listrik untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk men-charge telefon genggam. Bisa dipastikan konsumsi listrik akan meningkat tajam.

“Ada sekira 250 juta handphone di-charge pada saat yang sama tentu kebutuhan listrik akan melonjak luar biasa, di malam hari. Jadi nanti apabila ini (mobil listrik) terlaksana pada 7 tahun yang akan datang maka di Indonesia nanti tidak akan ada lagi pick hour. Semuanya pick, pagi siang, malam, semuanya pick karena adanya jutaan mobil listrik di seluruh Indonesia yang sedang di-charge,” paparnya.

Baca juga :   Tak Penuhi Panggilan Pansus Angket, Pengamat Politik Sindir Slogan KPK

Selain itu, pemerintah juga memikirkan pengadaan fasilitas dan infrastruktur pendukung mobil listrik, termasuk stasiun pengisian.

“Kita juga siap mempersiapkan infrastrukturnya dan juga teknologinya,” pungkasnya.