Foto ilustrasi kegagalan.
Foto ilustrasi kegagalan. Sumber www.i.pinimg.com

Majalahayah.com – Sebagaimana sukses, maka gagal pun memiliki syarat yang jika terpenuhi pastilah anda berhasil untuk gagal dalam kehidupan. Demikian banyaknya metode dan cara yang dipakai oleh para motivator untuk menuntun seseorang menuju sukses. Padahal, memahami syarat untuk gagal sama pentingnya untuk diketahui agar dihindari.

Berikut adalah 13 cara yang dijamin berhasil untuk membuat anda gagal dalam kehidupan, yaitu:

1. Hidup tanpa arah dan tujuan:

  • Tidak memiliki tujuan yang jelas,
  • Berakibat lemahnya fokus,
  • Berakibat tidak munculnya kedisiplinan diri,
  • Berakibat hilangnya daya juang,
  • Berakibat lemahnya kemauan, mudah menyerah, ‘bosenan’ atau jika menggunakan bahasa ilmiah ‘tidak menemukan passion’,
  • Terus menerus berulang seluruh poin a s/d e, berakibat mengkristal menjadi karakter PEMALAS.

Referensi:
Surat At-Taubah (9):81
“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka mengetahui.”

2. Mengikuti ego, nafsu atau emosi:

  • Moody atau menjalani kehidupan dengan mengikuti perasaan dan prasangkanya,
  • Berakibat seringnya tersinggung, perasaan tidak nyaman dan alasan lainnya sehingga rencana yang sudah dibuat seringkali gagal dilaksanakan,
  • Berakibat selalu menyalahkan pihak lain atas setiap masalah yang timbul, dan
  • Berakibat selalu menyalahkan orang lain, atau apapun juga atas setiap masalah dan kegagalan yang dialami.

Referensi:
Surat Al-Jaatsiyah (45):23
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”

Surat An-Najm (53):28
“Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.”

3. Tidak terbiasa untuk berpikir:

  • Tidak terbiasa untuk menganalisa setiap kejadian di hadapannya,
  • Berakibat tidak mampu untuk introspeksi atas segala kesalahan diri,
  • Berakibat tidak memiliki kemampuan berpendapat / opini dengan ilmu,
  • Berakibat sering membicarakan hal yang tidak penting,
  • Berakibat sering melakukan aktifitas yang tidak jelas tujuannya.

Referensi:
Surat Al-Mulk (67):10
“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.”

Surat An-Nahl (16):44
“keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,”.

Bersambung…. (Seri kedua)