sumber: www.crash.net

Majalahayah.com – Berikut adalah seri ketiga dari tulisan 13 Cara Jitu Untuk Anda GAGAL Dalam Kehidupan, DIJAMIN!. Untuk melihat seri kedua, silahkan klik di sini.

7. Tidak berani mengambil keputusan.

Seringkali seseorang mengalami salah didik dalam perjalanan kehidupannya. Pendidikan yang didapat selama ini ternyata membawanya kepada ketidak beranian dalam mengambil keputusan. Pendidikan yang sering dilakukan dengan cara menghina, merendahkan, membanding-bandingkan dan mencela inisiatif, biasanya akan menghasilkan orang-orang yang seperti ini, yaitu orang-orang yang takut untuk menghadapi kesalahan. Akibatnya seringkali orang-orang seperti ini tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko, yang berujung kepada keengganan untuk bertanggung-jawab dan puncaknya adalah PENGECUT.

Referensi:

Surat Al-Jumu’ah (62):5

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

Surat Az-Zukhruf (43):44

“Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.”

8. Ketakutan yang berlebihan. Inilah ketakutan yang memang diujikan oleh Allah SWT kepada setiap makhluknya. Takut miskin, takut kekurangan rezeki/harta, takut sakit dan ketakutan lainnya. Ketakutan yang seperti inilah, membuat seseorang menikmati ‘comfort zone’. Padahal kondisi orang tersebut belum tentu ‘comfort’.

Referensi:

QS Al-Baqarah (2): 155

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,”

9. Sikap terlalu berhati-hati dan terlalu tidak berhati-hati. Kedua sikap diatas patut kita waspadai. Terlalu berhati-hati akan berakibat keengganan untuk melangkah, sementara itu terlalu tidak berhati-hati/ceroboh adalah ketergesaan untuk mendapatkan hasil. Keduanya dapat berakibat fatal dalam perjalanan kehidupan kita.

10. Tidak jujur. Dalam keadaan apapun, kejujuran adalah sikap yang wajib melekat dalam segala perbuatan dan ucapan seseorang, yang dengannya timbullah kepercayaan. Hubungan dalam bentuk apapun tidak akan langgeng saat kepercayaan tidak dijadikan landasan dalam hubungan tersebut.

Referensi:

Surat Al-Muthaffifin(83):1-3

“1. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, 2. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, 3. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”

11. Tidak setia. Kesetiaan bukan hanya milik pasangan suami istri, melainkan milik setiap hubungan yang terjadi diantara manusia. Dalam bisnis, pertemanan, kelompok dan hubungan apapun, menuntut kesetiaan sebagai komitmen untuk kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Disaat segalanya mudah, maka kesetiaan sangat mudah diberikan, akan tetapi ketika segalanya sulit, maka untuk bisa tetap setia dalam memenuhi komitmen yang sudah dibuat, menjadi sangat sulit. Orang-orang yang tidak setia dalam menapaki komitmen yang telah dibuat dalam setiap urusannya, akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan.

12. Suka berkhianat. Inilah sikap yang iblispun membencinya.

Referensi:

Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak dapat diamanati . Tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati perjanjian “ (Hr Ahmad. Al Bazzaar, ath Tharani dan Ibnu Hibban)

13. Beramal tanpa ilmu ataupun berilmu tanpa amal. Apapun amalan yang akan kita lakukan, maka dahulukan terlebih dahulu dengan ilmu yang dibutuhkan, agar supaya setiap amal tersebut mendapat ridhoNya. Ketika anda ingin menikah, maka pahami terlebih dahulu semua aturan-aturannya yang wajib dipenuhi ketika anda memutuskan untuk menikah. Ketika anda ingin berbisnis, maka pahami dahulu dengan ilmu mengenai bisnis apa yang anda ingin jalani, beserta segala resiko-resiko yang terkait.

Referensi:

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa beramal tanpa ilmu maka apa yang dirusaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang diperbaikinya.”

Imam Ali bin Abi Thalib berkata: “Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikutnya.” serta “Ilmu diiringi dengan perbuatan. Barangsiapa berilmu maka dia harus berbuat. Ilmu memanggil perbuatan. Jika dia menjawabnya maka ilmu tetap bersamanya, namun jika tidak maka ilmu pergi darinya.”

Imam Syafie berkata: “Jika kamu inginkan dunia, hendaklah dengan ilmu. Jika kamu inginkan akhirat, hendaklah dengan ilmu. Dan jika kamu inginkan kedua-duanya juga dengan ilmu…!”

Tamat.